MEDAN, SUARAPERSADA.com – Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Royke Lumowa akan menggandeng Kementerian Pendidikan dan Budaya untuk menerapkan diseminasi model integrasi Pendidikan Lalu Lintas pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).
Hal ini dirasa perlu setelah bercermin data tahun 2016 yang menyebutkan, telah terjadi 105.374 kecelakaan lalu lintas dengan 22.939 tewas atau setiap per tiga jam meninggal dunia.
“Melalui kurikulum yang dimasukkan ke dalam mata pelajaran PKN ini, guru-guru bisa membantu pelajar agar sadar berlalu lintas. Jadi sejak dini, adik-adik di sekolah mulai diajarkan betapa pentingnya taat berlalu lintas,” ujar Royke melalui Kasubdit Dikmas Polri, Kombes Sudarto di Hotel Polonia, Medan. Selasa (19/09).
Ia menjelaskan, tujuan dibentuknya kesepakatan ini agar setiap guru nantinya mampu memberikan pengetahuan Pendidikan Lalu Lintas pada muridnya di sekolah.
Agar kelak dewasa nanti menjadi panutan pelopor keselamatan berlalu lintas bagi generasi berikutnya.
“Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan secara formal dan non formal. Kegiatan formal meliputi menyediakan bahan ajar keselamatan berlalu lintas di setiap tingkat pendidikan formal, melaksanakan MoU,” ujar Sudarto.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumut, Kombes Raden Heru Prakoso menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Medan untuk menjadikan SD, SMP/sederajat,dan SMA/sederajat di Medan sebagai pilot projeknya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Hasan Basri mengatakan mengapresiasi dan mendukung program Korlantas Polri.
“Pokoknya saya mengapresiasi dan mendukung apa saja yang menjadi program Korlantas Polri,” ucapnya.**(Win)

















































