Selamatkan Hutan, Gubernur Riau dan Masyarakat Tanam 25 Ribu Pohon

0
1104

PADA saat kita menanam pohon, berarti kita sedang berupaya menyelamatkan keberlanjutan generasi yang akan datang. Selain memperbaiki lingkungan, menanam pohon juga harus memberikan manfaat langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Riau (Gubri-red) Arsyadjuliandi Rachman di Pekanbaru, Selasa (12/12/2017).

Oleh karenanya, lanjut Andi, perlu dipilih tanaman yang dapat memberikan dua keuntungan sekaligus perlu dikembangkan sebuah model yang mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih jelas, sehingga pergerakan ekonomi di daerah semakin baik.

Sebelumnya Gubri, H Arsyadjuliandi Rachman bersama ribuan masyarakat di Desa Pantai, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau melakukan penanaman 25 ribu pohon.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk gerakan penghijauan atau penanaman kembali hutan yang rusak (reboisasi).

“Program ini sangat baik jika dapat dikembangkan di Kabupaten, Kecamatan dan Desa. Sekarang kita bagikan bibit durian, matoa, nangka, petai, jengkol dan banyak lagi. Jika ini dikembangkan, bisa menambah pendapatan,” kata Andi Rachman (sapaan akrab Gubernur Riau itu).

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau, Ervin Rizaldi mengatakan, bahwa kondisi hutan di Hutan Lindung Bukit Betabuh di Kuansing kondisinya sangat memprihatinkan. Di sana, kondisi hutan premier yang lyasnya mencapai 44 ribu hektare sekarang sudah habis.

“Tinggal hutan sekunder, ada beberapa pohon tapi gak banyak, sisanya 17 ribu itu pun diselingi semak belukar. Perlu reboisasi,” ujarnya.

Penanaman 25 ribu pohon berbagai jenis tersebut merupakan bagian dari gerakan satu juta pohon yang dicanangkan pemerintah. Gerakan menanam pohon dilakukan atas dasar kepedulian pemerintah terhadap lingkungan.**(Adv/HmsRiau)

Tinggalkan Balasan