Kakan KSOP Dumai Rilis Penyebab Kejadian

0
776

DUMAI, SUARAPERSADA.com – Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai, Haekal akhirnya memberikan rilis kepada suarapersada.com soal penyebab kejadian yang menimpa Kapal HTC Safinah Satu yang tenggelam di Pantai Perairan Pelindo Dumai sejak Kamis (23/4) kemarin.

Sebelumnya ketika soal peristiwa seputar tenggelamnya kapal LCT Safinah Satu di ekspos media ini Jumat (24/4) kemarin, tak seorang pun pihak keagenan kapal maupun pihak instansi berwenang notabene KSOP yang merespon konfirmasi pesan singkat yang dilayangkan suarapersada.com saat itu. Baik Kabid Lala, Kasi maupun Kakan KSOP.

Rilis klarifikasi soal kejadian menimpa kapal LCT Safinah Satu yang dilayangkan Kakan KSOP, Haekal lewat pesan singkat ke Phonsel suarapersada.com kemarin malam (Jumat 25/4, sekitar pukul 19 38 wib-red), setidaknya untuk menjawab konfirmasi sebelumnya.

Haekal lewat pesan singkat phonselnya memaparkan bahwa pihaknya (KSOP) setelah mendapat laporan seputar kejadian, langsung turun ke lokasi untuk menangani dan menurunkan muatan kapal yang sudah sempat selesai dimuat di lokasi pelabuhan milik PT Pelindo itu.

Setelah petugas KSOP turut menangani musibah tersebut kata Haekal, petugas Bidang Keselamatan Berlayar (Kesbel) KSOP pun katanya langsung membuat proses BAP awal tentang kejadian yang menimpa kapal LCT Safinah Satu Gt 176 No 6482 BC.

Menurut hasil pemeriksaan sementara kata Haekal, bahwa dia (Haekal) membantah kalau kapal LCT Safinah Satu tidaklah tenggelam akan tetapi katanya hanya kandas saja. Dimana ketika saat mau beaching, kapal lambung kiri miring, sehingga menyebabkan air laut masuk ke dalam kapal hingga ke kamar mesin lalu kandas, ungkap Haekal.

Kemiringan kapal terjadi, ujar Haekal lagi menjelaskan, katanya adalah salah satu faktor penyebab kejadian itu. Karena air laut mengalami surut tinggi dan arus air laut sangat kuat, sehingga bagian depan kapal kandas hingga miring dan air laut masuk.

Pantauan awak media ini di lokasi kejadian,kapal LCT Safinah Satu yang nyaris tenggelam itu tampak sedang melakukan upaya penyedotan air laut dari lambung kapal oleh kru kapal. Setidaknya ada tiga unit Pompa air tampak sedang bekerja menyedot air dari kapal namun air laut tampak tidak berkurang, karena posisi air laut sudah hampir menggenangi bagian belakang kapal.

Dijelaskan Haekal, soal biaya pekerjaan yang timbul atas kejadian itu maupun pekerjaan underwater survey hingga perbaikan-perbaikan yang terjadi, semuanya akan ditanggung pemilik atau operator kapal.

“Kita sudah meminta ke pihak agennya PT Surya Sumber Kencana Inhu untuk kordinasi dengan pemilik kapal agar langkah perbaikan segera dilakukan dan hal itu sudah dilaksanakan agennya,” terang Haekal.

Dijelakan Haikal, barang/muatan yang sudah di naikkan ke atas kapal LCT Safinah Satu diantaranya ada Box Pallet 55 Pcs (55 buah-red), Crane 25 ton 1 unit, Lori Crane 1 unit dan Forklif 1 unit. Menurut sumber media ini, barang yang diangkut oleh kapal tersebut rencananya akan dibawa ke pulau di Tanjung Medang Kabupaten Bengkalis.

Sementara itu, informasi yang diperoleh media ini di lokasi kejadian kapal LCT Safinah yang hingga sampai saat ini masih tampak nyaris tenggelam, dijelaskan sumber bahwa penyebab kejadian musibah tersebut karena saat melakukan pemuatan barang katanya terjadi ketidak seimbangan posisi barang (alat berat-red) diatas kapal dan diduga muatan kapal tidak seimbang dengan daya tampung barang diatas kapal. Namun terkain info ini, suarapersada.com belum mendapat klarifikasi resmi dari pihak KSOP.**Tambunan

Tinggalkan Balasan