Kadis PUPR PKPP Klarifikasi Sebutan Jalan Provinsi Riau Kondisi Rusak Terpanjang di Indonesia

0
42

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com- Pemerintah provinsi Riau melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR PKPP) Provinsi Riau, Muh. Arief Sitiawan menyampaikan klarifikasi adanya  pemberitaan yang menyebut “Jalan Provinsi Riau dengan kondisi rusak terpanjang di Indonesia”.

Dikatakan Kadis PUPR PMPP Riau ini, kondisi tersebut adalah data tahun 2021. Kalau data terbaru mudah-mudahan tidak seperti itu. ” Data saat ini dalam waktu dekat akan dirilis,” terang Arief kepada media di Pekanbaru, sebagaimana dilansir Riau Satu.com, Senin (24/4/2023)

Baca juga: 

Dijelaskan Arief, definisi jalan rusak yang digunakan terkesan agak merugikan Provinsi Riau. Pasalnya, kondisi jalan yang masih tanah disebut masuk kategori jalan rusak.

Sementara banyak jalan baru yang masih kondisi tanah di Provinsi Riau. Terutama jalan-jalan baru untuk konektivitas di beberapa kabupaten/kota,terang nya.

Diuraikan Arief Setiawan, berdasarkan hasil survei IRMS (Integrated Road Management System) 2022, ruas Jalan Provinsi dalam kondisi rusak didominasi oleh banyaknya ruas jalan yang masih  jalan tanah sepanjang 334,95 km (11,96 persen) dan ruas jalan masih dalam  perkerasan urpil/kerikil sepanjang 513,82 km (18,35 persen)  jelas Arief.

“Seperti diketahui, definisi jalan rusak salah satunya adalah jalan tanah dan jalan yang masih perkerasan dengan urugan pilihan (urpil)”.

Sementara Pemprov Riau melalui Dinas PUPR di beberapa kabupaten/kota seperti di Inhil, Rohil, Meranti, Pelalawan, dan Dumai memang sedang menimbun jalan untuk konektivitas antar daerah yang secara teknis tidak bisa langsung dibangun dengan perkerasan aspal/beton.

Jadi hemat kami ini yang barangkali perlu di informasikan kepada masyarakat. Ditambah lagi ruas jalan provinsi Riau cukup panjang, yakni 2.799,81 km atau termasuk yang terpanjang di Sumatera, papar Arief.

Ia menambahkan, sebenarnya  jalan-jalan yang sudah berpenutup aspal maupun beton yang rusak hanya sepanjang 132,99 km (4,75 persen). Dan dalam APBD TA 2023 Pemprov Riau mengalokasikan untuk pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 83,21 km yang akan mengurangi kerusakan lebih kurang sebesar 2,97 persen, terang Arief Setiawan.***

Tinggalkan Balasan