Ini Dampak Asap Bagi Pariwisata Riau

0
323
Candi Muara Takus, salah satu destinasi wisata di Riau

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Dunia wisata dan usaha jasa angkutan barang bergerak lesu pasca bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Riau beberapa bulan terakhir ini.

Kunjungan pelancong di wilayah Riau baik dari turis lokal maupun turis mancanegara nyris tidak ada pasca penetapan darurat pencemaran udara beberapa hari yang lalu oleh Gubernur Riau.

Hal ini disampaikan kepala dinas Pariwisata Provinsi Riau, Fahmizal, ST, M.Si kepada media ini, Rabu (25/09/2019).

Fahmizal mengatakan dampak kabut asap sangat berpengaruh besar pada sektor pariwisata, ujung-ujungnya pendapatan juga terganggu.

“Kedatangan turis lokal maupun mancanegara pastinya akan terganggu karena banyaknya rencana kunjungan atau agenda yang dibatalkan atau ditunda dikarenakan bencana kabut asap.  Potensial lost sektor pariwisata akibat dampak Asap dari tanggal 8 September 2019 s.d 30 September 2019 Paket Inbound dari Biro Perjalanan,” ujar Fahmi.

Ketika ditanya berapa persentasi kunjungan wisatawan ke Riau Beberapa bulan terakhir ini, Fahmi menjelaskan bahwa kunjungan wisman berdasarkan travel agent dan tour operator (TA/TO). “Untuk paket inbound, rata rata dari pihak TA dan TO (travel agent dan tou operator) setiap bulan minimal ada kunjungan wisman ke Riau”. ujarnya.

Kemudian, lanjut dia, atas kondisi ini pihak dinas Pariwisata Provinsi Riau tidak tinggal diam, ada beberapa langkah untuk recovery persoalan kunjungan wisatawan disaat ada kabut asap agar para wisatawan tetap datang kembali berkunjung ke Provinsi Riau.

“Mengikuti program promosi atau sales mission ke daerah-daerah asal wisman potensial yang selama ini sudah familiar dengan Riau (terutama negara Singapura dan Malaysia) aktif di sosial media untuk mengangkat kembali citra pariwisata Riau pasca bencana kabut asap,” ujar Fahmi.**(Hombing)

Tinggalkan Balasan