DUMAI, SUARAPERSADA.com – Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Malaysia dalam waktu dekat akan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pengoperasian kapal RoRo Dumai-Malaka.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemerintah Kota (Pemko) Dumai, Asnar SP MM, dihubungi suarapersada.com, Kamis (21/2/19), membenarkan hal tersebut.
“Ini merupakan hasil rapat antara pemerintah pusat dan Malaysia di Jakarta, Rabu 20 Februari 2019,” ungkap Asnar memaparkan dari ujung phonselnya.
Menurut Asnar, rapat pembahasan tentang pengoperasian kapal Roll on – Roll off (Ro-Ro) rute Dumai-Malaka, dipimpin oleh Direktur lalu lintas Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berlangsung di aula Dirjen Perhubungan laut.
Hadir perwakilan kementerian luar negeri dalam rapat itu, ungkap Asnar. Demikian dengan kementerian perdagangan, kementerian pariwisata, kementerian kemaritiman, Bea dan Cukai, Karantina, Imigrasi, perwakilan Dirjen Perhubungan Darat, Balitbang Kemenhub, perwakilan Polri, ASDP maupun Atase Perhubungan RI untuk Malaysia.
Selain pemerintah pusat, dalam rapat tersebut kata Asnar, utusan pejabat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau di wakili Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau dan Kadishub Dumai sendiri maupun KSOP Dumai juga mengikuti rapat pembahasan.
Dijelaskan Asnar, antara Pemerintah pusat RI dengan pihak Malaysia, telah sepaham pengoperasian kapal RoRo Dumai – Malaka, maka diperkirakan pada bulan April 2019 mendatang, MoU pemerintah RI dan Malaysia akan dilaksanakan.
“Sekarang tim Balitbang Kemenhub sedang membuat kajian tentang penetapan lokasi tempat pelabuhan RoRo tersebut,” ujar Asnar.
Lagi kata Asnar, untuk rencana lokasi pelabuhan kapal RoRo Dumai – Malaka, dirinya telah menyampaikan agar di pilih di pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan.
Karena pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan Kota Dumai peruntukan awal dibangun bukan untuk pelabuhan RoRo Dumai-Rupat (Bengkalis), akan tetapi diperuntukkan untuk Dumai-Malaka.
“Pemerintah daerah kerja sama Pemprov Riau telah menganggarkan hampir Rp 50 miliar untuk pelabuhan RoRo Dumai – Malaka dan sudah sepuluh tahun pula Pemerintah Dumai menunggu terlaksananya pengoperasian pelabuhan Dumai-Malaka tersebut. Karenanya, saya mewakili Pemerintah Dumai berharap dan meminta supaya pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan di pilih sebagai tempat pelabuhan RoRo Dumai-Malaka,” ucap Asnar berharap.
Oleh karena itu, Asnar meminta mohon dukungan dan doa dari masyarakat Dumai agar nantinya pelabuhan Bandar Sri Junjungan dipilih sebagai pelabuhan RoRo Dumai-Malaka, tutup Asnar.**(Tambunan)

















































