Dugaan Pencemaran Lingkungan, Kepala Suku Yayasan ARIMBI Laporkan Bupati Kepulauan Meranti Ke Polda Riau

0
68
Kepala Suku Yayasan ARIMBI Serahkan Laporan Di Polda Riau

PEKANBARU, SUARAPERSADA. com-Kepala Suku Yayasan Anak Rimba Indonesia (ARIMBI) , Mattheus Simamora resmi laporkan Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Meranti ke Polda Riau atas dugaan tindak pidana pencemaran lingkungan, Selasa (19/10/2021).

Di Mapolda Riau, Kepala suku Yayasan Anak Rimba Indonesia (ARIMBI) Mattheus Simamora menegaskan, Bupati Kepulauan Meranti mengambil sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Gogok dan ditumpukkan di pantai Desa Mekong Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, kata Mattheus.

Kebijakan dan tindakan ini dilakukan oleh Pemkab Meranti karena kebuntuan Bupati Kepulauan Meranti untuk mengatasi over load sampah. Namun sangat disayangkan penaganan sampah tersebut tanpa analisa dampak lingkungan. Sehingga akan membawa efek pencemaran ingkungan. “Sampah yang ditumpuk di tepi pantai Mekong itu akan terbawa atau tergerus ombak dan masuk kelaut. Kondisi tersebut dipastikan akan mencemari laut,”ulasnya.

Kepala suku Anak Rimba Indonesia ini meminta kepada Polda Riau, agar serius dalam menangani permasalahan lingkungan ini. Karena ini untuk jangka panjang untuk kelestarian kehidupan.

Lagi kata Mattheus, apa yang dilakukan Bupati Kepulauan Meranti Riau ini, akan menimbulkan berbagai ke khawatiran.Yang pertama, jika sampah-sampah masuk kelaut dan terbawa oleh arus laut Malaka, maka sampah akan sampai ke negara pantai Singapore dan Malaysia. “Tentu negara tetangga akan protes sehingga mempermalukan negara Indonesia,”ujarnya.

Tumpukan Sampah di Tepi Pantai Desa Mekong Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kep Meranti Riau

“Kita minta kepada Bupati Meranti agar menghentikan aktifitas penimbunan sampah di Pantai Mekong tersebut. Seharusnya jika ingin melakukan kebijakan, Bupati Kepulauan Meranti melakukan study banding dulu ke daerah lain,”ucapnya.

Ia menambahkan, terkait tindakan pencemaran lingkungan di bumi Lancang Kuning, ARIMBI bukan kali ini saja melaporkan. Salah satunya pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT.Chevron yang telah kami laporkan pada awal Juni 2021 lalu.Tetapi hingga saat ini belum ada sama sekali perkembangan atau tindak lanjutnya oleh Polda Riau, beber Mattheus menyudahi.

Diberitakan sebelumnya, Tim Yayasan Anak Rimba Indonesia (ARIMBI) telah melakukan Investigasi ke lokasi Pantai Mekong Kepulauan Meranti. Kondisi sampah yang ditumpuk hanya dilapis atau ditutup dengan tanah tipis, dikhawatirkan akan berserakan jika dihantam gelombang air laut selat Malaka. “Kondisi abrasi yang sudah sangat darurat sangat tidak logika dibentengi dengan sampah”. (jsR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here