MEDAN, SUARAPERSADA.com – Dugaan korupsi Wakil Bupati Toba Samosir, Liberty Pasaribu di duga mengendap di Dit Reskrimsus Polda Sumut yang sejak 2006 silam telah di tangani .
Hal ini terendus pengunjuk rasa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Keadilan Sumatera Utara (FMKP-SU) yang melakukan aksi unjuk rasa di Mapolda Sumut Jalan Medan-Tanjung Km 11,5 Medan, Selasa (03/02).
“Ada apa, dengan Pak Kapolda Sumut. Apakah, Pak Kapolda Sumut tidak mampu menangani kasus Liberty atau sengaja tidak memprosesnya,” teriak massa yang di komandoi Faisal Kurniawan, di halaman luar Mapolda Sumut.
Menurut massa, Kapolda Sumut Irjen Eko Hadi Sutedjo disinyalir sengaja memperlambat proses penyidikan. Pasalnya, sudah ada beberapa Pejabat yang di tahan terkait kasus ini, terutama mantan Bupati Tobasa Monang Sitorus.
Massa sempat mendobrak gerbang masuk Mapolda Sumut namun, aksi tersebut langsung dapat di cegah Aparat Polisi Denma Polda Sumut.
Massa menyebut, kasus tersebut telah dilaporkan sejak 2006 silam namun hingga saat ini Kapolda Sumut di jabat Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo tidak diproses.
Liberty diduga terkait korupsi pengadaan lahan Balai Latihan Yayasan Pembangunan Nairasoan (Yaspena) di kawasan Parsaoran Sibisa yang masuk kawasan hutan Register 91 senilai Rp Rp1,2 milliar dibiayai APBD 2006.
“Kami yakin, Kapolda serius dalam menangani kasus korupsi. Namun, kalau Liberty tidak juga ditangkap, berarti Kapolda loyo dan mandul,” teriak massa.(Win)

















































