MEDAN, SUARAPERSADA.com – Anggota Komisi A DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan mencurigai kebakaran pusat perbelanjaan Medan Plaza yang terjadi pada Sabtu (22/08) lalu, ada unsur kesengajaan. Karena itu, DPRD Sumut akan memanggil Kapolda Sumut Irjend Pol Ngadino.
“Saya yakin dari semua rentetan sebelum kebakaran itu ada sangkut pautnya dengan peristiwa itu. Termasuk proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh Polda Sumut sampai saat ini belum memberitahukan hasil pemeriksaan laboratorium forensik (Labfor),” kata Sutrisno kepada wartawan, Selasa (06/10).
Menurut dia, rentetan yang dimaksud itu adalah adanya faktor pembiaran yang dilakukan pihak pengamanan gedung saat api masih kecil. Dimana, petugas keamanan gedung itu sengaja dikumpulkan tepat di belakang pusat perbelanjaan tersebut, meskipun sudah mengetahui adanya kebakaran dari warga sekitar, dan hidrant air di kawasan itu mendadak putus.
“Warga sudah memberitahukan kepada petugas gedung kalau ada kios yang terbakar di lantai tiga. Tetapi, pengamanan gedung tidak menghiraukannya. Kemudian hidrant airnya padam tiba-tiba. Lalu saat petugas Pengendali dan Pemadam Kebakaran (P2K) tiba di lokasi, justru petugas keamanan gedung itu berusaha menghalanginya supaya tidak mendobrak pintu gedung,” ujarnya.
Selain itu, sambung dia, proses pelunasan dan jatuh tempo pembayaran tahap akhir kios dari semua pedagang kepada pengelola (manajemen-red) gedung setiap tanggal 21. Selain itu aktivitas terakhir didalam gedung itu pada pukul 00.30 Wib, sementara kejadiannya pukul 2.00 Wib.
Karena itu, pihaknya meminta Kapolda Sumut Irjend Pol Ngadino untuk segera mempertanggungjawabkan hasil pemeriksaannya secara terbuka kepada masyarakat tentang siapa saja yang diduga terlibat dalam indikasi kebakaran yang diduga disengaja itu termasuk hasil pemeriksaan Labfor.
“Kami akan menyurati Kapolda Sumut, karena ini menyangkut nasib rakyat. Jangan karena kepentingan orang tertentu masyarakat yang menggantungkan hidupnya dengan berjualan di gedung itu harus menganggur,” jelas dia.
“Ini settingan dari pelaku, siapapun itu, mereka melakukannya pada pukul 02.00 Wib, hanya untuk menghindari korban jiwa. Ingat, sifat api itu menjalar ke atas bukan ke bawah,” terangnya.**Win



















































