PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Kabut Asap dan kemarau panjang di kota Pekanbaru menyebabkan puluhan Kelompok Tani tidak bisa tanam cabe dan sayuran. Pasalnya, lahan mereka tak mendapat pasokan air sama sekali, sehingga petani lebih memilih tidak tanam.
Dari pantauan media ini, Selasa (6/10) di beberapa lahan olahan kelompok tani di Kecamatan Rumbai Pekanbaru, tampak hamparan areal lahan mengering. Padahal Pemerintah kota Pekanbaru melalui Dinas Pertanian Pekanbaru, telah mencanangkan daerah Rumbai Pekanbaru menjadi salah satu sentra produksi tanaman pangan dan holtikultura, seperti cabai, kacang panjang dan jenis tanaman sayuran.
Sitanggang salah seorang anggota kelompok tani menyebutkan, kondisi kemarau tahun ini lebih berat dibanding tahun-tahun sebelumnya ditambah lagi dengan kabut asap yang tidak henti hentinya mengepung kota Pekanbaru. Padahan lahan sudah siap diolah dan benih cabai serta pupuk telah kami terima dari Dinas Pertanian, urainya.
Lagi kata Sitanggang, satu satunya cara agar bisa menanam cabe, harus ada sumur bor, karena sumur yang ada sudah kering, ujarnya.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hilticultura Dinas Pertanian kota Pekanbaru, M.Nasir yang dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut, mangakui, pada umumnya para kelompok tani binaan Distan Pekanbaru mangalami kendala untuk menanam berbagai jenis tanaman akibat musim kemarau.
Untuk tahun 2015 kita sudah siapkan lahan seluas 18 ha untuk tanaman cabai, dari jumlah tersebut 10 ha sudah siap olah dan tinggal tanam. “Kita sudah serahkan bantuan kepada kelompok tani, berupa benih Cabai,, plastik perak (mulsa), pupuk NPK mutiara, namun gagal tanam akibat tidak adanya air,” urai Nasir.
Lagi kata M.Nasir, satu-satunya cara, harus asa sumur bor, namun kita tidak memiliki anggaran untuk pembuatan sumur bor.
“Kita tidak bisa berbuat banyak terkait kebutuhan tersebut. Mudah mudahan hujan segera turun, asap hilang, agar proses penanaman bisa dilakukan,” pungkasnya.**(jsn)



















































