DUMAI, SUARAPERSADA.com – Usaha penampungan BBM (Bahan Bakar Minyak) milik AN yang terletak di samping ampang ampang Jalan Raya Sukarno Hatta Dumai masih tetap berjalan mulus.
Kuat dugaan kalau kegiatan pencurian dan penampungan minyak solar secara besar besaran dilokasi milik AN itu diketahui oleh aparat penegak hukum, seperti Polsek dan Polres Dumai.
Indikasi telah diketahui oleh oknum aparat penegak hukum itu diperkuat,isi pesan singkat (SMS) dari Kapolsek yang masuk ke nomor hand phone wartawan, “Terima kasih informasinya bang. Akan kita chek ke TKP,“ Tandas Kompol Bayu Wijaksono Sik,menjawab konfirmasi dan informasi wartawan Selasa ( 12/10 ) kemarin.
Anehnya, kendati dalam isi pensan singkatnya Kompol Bayu wijaksono Sik, telah menyebutkan, akan turun ke TKP untuk melakukan cross chek, namun hingga saat ini Jum at ( 15/10 ), usaha penampungan minyak solar dari sejumlah oknum supir dan SPBU “nakal “ masih berjalan mulus.
Hal tersebut diperkuat dari hasil investisigasi dan pengamatan Suara Persada dilapangan. Dimana dari sekian banyaknya penampungan minyak BBM yang beroperasi di Jalan Raya Sukarno Hatta Dumai, hanya lokasi penampungan AN lah yang hingga kini beroperasi sampai malam hari.
Itu bisa jadi, karena para supir (draiver) mobil truk tangki pengangkut BBM jenis solar dan pemilik SPBU “nakal “ lebih nerasa aman ‘kencing’ (menjual minyak angkutannya) dilokasi milik AN.
Seperti halnya penuturan salah seorang mantan karyawan AN,kepada Suara Persada. Pria yang mengaku berinitial Dh ini mengaku, kalau dirinya hampir setiap malam Jum at, melihat adanya kegiatan pemindahan (pengoperan) BBM jenis solar dari truk tangki yang dibawa dari salah satu SPBU kawasan Dumai ke dilokasi milik warga Bagan Besar berinitial AN.
Bahkan, menurut pria yang tinggal di Bagan Besar ini, dirinya pernah melihat adanya pembelian satu truck tangki minyak solar di lokasi AN.
“Iya lah bang, kalau dia (AN-red) tidak ada membuat ikatan kerjasama terselubung dengan salah satu SPBU, mana bisa setiap malam Jum’at dilokasi dia ada pemindahan (over) minyak solar dari mobil tangki yang datang dari SPBU ke mobil tangki yang ia stand by kan di lokasi penampungan BBM Nya,” ujar Dh, Jum’at (15/10).
Demikian juga halnya NN, dalam perbincangannya dengan Suara Persada, NN mengaku tahu persis usaha ilegal yang dilakoni,AN. “Saya juga mantan karyawan disitu. Dan saya tahu percis cara pencurian dan pengiriman minyak solar yang dilakukan AN ke salah satu perusahaan raksasa dibidang pengolahan kayu di Riau,” akui NN disalah satu warung dekat lokasi penampungan.
Berbeda dengan ML kepada Suara Persada, justru mengaku mengecam AN sebagai pemilik dan pemodal penampungan BBM ilegal yang tidak bertanggungjawab. ”Kalau dia (AN-rred) memang punya becking kuat dan pemberani, masa’ (AN) hijrah atau bersembunyi ke suatu daerah, hanya gara gara ada penangkapan terhadap mafia BBM berinitial Il di Pekanbaru ( Riau ),.” ungkap ML.
“Apa abang tak ada dengar kabar, tentang penangkapan dan penyegelan usaha penampungan milik Il yang didekat lokasi penampungan minyak BBM milik AN tu ?.Il kabarnya ditangkap pihak Polda Riau pada hari Jum at ( 09/10 ) lalu. Dan Penagkapan itu kabarnya akibat menampung/membeli minyak BBM sebanyak 16 ton dari supir pengangkut BBM berinitial BS pada tanggal 18 September 2015 lalu,” terang ML Jum’at (15/10) diterminal barang Bukit Jin.**(Mulak Sinaga)



















































