
Dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim di Hotel Labersa, Rabu (19/7) malam, Forum Anak Nasional 2017 diikuti 525 anak dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Anak Nasional Tahun 2017 yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.
Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat atas kepercayaannya menunjuk Riau sebagai Tuan Rumah pelaksanaan Hari Anak Nasional 2017.
Lebih lanjut Wagubri kemudian menjabarkan kondisi Provinsi Riau agar dikenal oleh anak-anak yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia.
Wagubri berharap dengan diselenggarakannya Forum Anak Nasional ini dapat menjadikan anak-anak Indonesia dapat menjadi generasi penerus yang lebih baik demi masa depan Indonesia yang cerah.

Sementara itu Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny R Rosalin meminta para peserta memanfaatkan acara itu untuk saling mengenal sesama anak Indonesia.
“Manfaatkan waktu tiga hari ini. Kalian bisa saling belajar dan hasilnya dibawa pulang lalu disebarkan ke teman-teman di daerah,” kata Lenny.
Turut hadir dalam acara ini antara lain Istri Gubernur Riau Sisilita Arsyadjuliandi, Ketua DPRD Riau Septina Primawati Rusli, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny R Rosalin, Psikolog anak Kak Seto, serta Forkopimda Riau.
Kegiatan ini bertemakan “Cinta Tanah Air Melalui Kebhinekaan dalam Keberagaman Budaya Menuju Persaudaraan dan Kerukunan.”
“Tema FAN 2017 dipilih dan ditentukan sendiri oleh anak-anak. Tema utama tersebut dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya isu-isu terkait anak di tanah air. Tema ini dinilai sesuai dengan semangat dan kesadaran anak-anak dari Sabang sampai Merauke untuk saling bergandengan tangan dan bersatu menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak. Semua bersatu dimulai dari usia anak,” ujar Lenny Rosalin.
FAN 2017 akan diselenggarakan mulai 19 – 22 Juli 2017 yang diisi oleh berbagai kegiatan. Pemerintah ingin membekali ilmu yang bemanfaat bagi semua anak yang hadir dalam kegiatan FAN 2017. Untuk itu, anak-anak hendaknya memanfaatkan forum ini untuk menambah bekal ilmu dan belajar dari para narasumber dan fasilitator serta berbagi pengalaman dengan anak-anak dari wilayah lain.

“Kemudian disebarluaskan kepada teman-teman lain. Kalian akan menjadi agen perubahan (agent of change) dan diharapkan dapat menjadi Pelopor dan Pelapor (2P) apabila melihat segala sesuatu yang tidak layak dialami oleh anak-anak untuk ditindaklanjuti oleh orang dewasa,” tambah Lenny.
FAN 2017 diharapkan dapat merangsang keterlibatan anak dalam proses pengambilan keputusan sesuai kebutuhan dan keinginan mereka. Suara, aspirasi, kebutuhan, dan kepentingan anak perlu menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan merupakan bagian tidak terpisahkan dalam setiap perencanaan dan proses pembangunan.
Hasil diskusi mereka akan terkristal dalam sebuah Suara Anak Indonesia 2017 yang dibacakan saat puncak acara Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2017 dihadapan Presiden RI, Joko Widodo.(Adv.hmsriau)


















































