Anggota DPRD Medan Terkejut, Pihak BPJS Ketenagakerjaan Telah Klaim 25 Pekerja Proyek Podomoro Sejak 2015

0
1793

MEDAN, SUARAPERSADA.com – Panitia khusus (Pansus) DPRD Medan tentang Ketenagakerjaan terkejut. Pihak BPJS Ketenagakerjaan mengaku sejak 2015 telah membayar klaim untuk 25 orang pekerja di proyek Podomoro City Deli Medan.

Hal itu terbongkar, saat Pansus DPRD Medan tentang Ketenagakerjaan, menggelar rapat lanjutan dengan mengundang sejumlah pihak. Di antaranya pihak BPJS Ketenagakerjaan dan Dinas Tenaga Kerja Medan.

Usai pelaksanaan rapat, Ketua Pansus Bahrumsyah kepada wartawan mengatakan, pihaknya sangat terkejut, bahkan semua anggota Pansus sempat tercengang mendengar penjelasan pihak BPJS Ketenagakerjaan.

Bahrumsyah menuturkan, awalnya pihaknya bermaksud ingin menggali informasi dari pihak BPJS, menyangkut perlindungan terhadap tenaga kerja, terutama yang berasal dari luar kota. Salah satu contohnya mereka yang bekerja di proyek Podomoro City Deli Medan.

Pada kesempatan itu, Bahrumsyah pun mempertanyakan bagaimana perlindungan dan kemudian solusi bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja.

“Karena kita yakin perlindungan terhadap tenagakerja sangat lemah,”ujar Politisi PAN tersebut, Rabu (22/11).

Namun, lanjut Bahrumsyah, pihaknya sangat terkejut ketika menerima jawaban dari pihak BPJS. Mereka menyebut sejak 2015 telah membayar klaim kepada 25 orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.

“Luar biasa ini. Yang kita tahu hanya satu dua orang saja yang meninggal dunia. Ternyata sudah 25 orang,” kata Bahrum.

Hal yang sama juga disampaikan anggota Pansus Jumadi. Katanya, fungsi pengawasan dari instansi terkait terhadap tenaga kerja sangat lemah.

Menjawab pertanyaan, Jumadi, juga mengakui fungsi pengawasan DPRD Medan terhadap masalah ini juga lemah.

“Kalau (wartawan) bilang pengawasan Komisi B lemah, ya, harus kami akui. Itu faktanya,” katanya.

Begitupun dia menyebutkan, kalau Pansus tentang Ketenagakerjaan akan menindaklanjuti masalah ini.

“Ini akan kami tindaklanjutilah, luar biasa ini. Ternyata sudah 25 orang meninggal di proyek Podomoro,”katanya.

Bahrumsyah juga sangat menyayangkan dengan lemahnya sistem pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja kala itu, sehingga bisa kecolongan mengenai jumlah tenaga kerja yang meninggal di Podomoro City Deli Medan.

Dalam kesempatan itu juga, Bahrumsyah mempertanyakan peran dari aparat kepolisian juga, yang tidak memberikan paparan secara terbuka terkait jumlah tenaga kerja yang bekerja di Podomoro, dan yang meninggal akibat kecelakaan kerja.**(Win)

Tinggalkan Balasan