Hindari DBD, Kadiskes Pekanbaru Himbau Masyarakat Terapkan 3 M

0
105
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy Saragih

PEKANBARU, SUARAPERSADA.comUntuk mewaspadai munculnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di musim pancaroba, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru  mengingatkan dan menghimbau warga kota Pekanbaru  agar melakukan 3 M (menguras, menutup dan mengubur) guna memberantas jentik nyamuk penyebab penyakit DBD.

Dikatakan Kadiskes Pekanbaru, Zaini Rizaldy Saragih, angka DBD memang cenderung meningkat, apalagi saat ini musim pancaroba. Kita imbau agar warga melakukan 3 M agar siklus hidup nyamuk penyebabnya dapat dihentikan, kata Zaini, Kamis (10/2/2022).

“Warga bisa mendapatkan obat pembasmi jentik nyamuk secara gratis di Puskesmas. Maka lakukanlah pembersihan dilingkungan rumah dengan obat tersebut,”sebutnya.

Ia menambahkan, mari terapkan program ” Satu kepala keluarga satu Jumantik” yang sudah ada. Artinya, dalam satu keluarga, minimal ada satu orang yang mengawasi lingkungan rumahnya. Apabila butuh obat pembasmi jentik, bisa ke Puskesmas dan gratis, jelasnya.

Lagi kata Zaini, program Menguras, Menutup dan Mengubur (3 M) merupakan langkah paling efektif membasmi jentik nyamuk dan penularan DBD, terangnya.

“Jka dibandingkan dengan fogging yang hanya bisa membunuh nyamuk dewasa. Nyamuk dewasa itu bisa mati hanya dalam 4 sampai satu minggu. Jadi yang paling efektif adalah membunuh jentiknya dengan 3 M,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldy Saragih mengingatkan warga untuk mewaspadai Demam Berdarah Dengue (DBD) selama musim pancaroba ini. Oleh karenanya, warga diimbau melakukan 3 M (menguras, menutup dan mengubur), untuk memberantas jentik nyamuk penyebab penyakit tersebut.

“Angka DBD memang cenderung meningkat, apalagi saat ini musim pancaroba. Kita imbau agar warga melakukan 3 M agar siklus hidup nyamuk penyebabnya dapat dihentikan,” kata Zaini, Kamis (10/2).

Zaini menjelaskan, warga bisa mendapatkan obat pembasmi jentik nyamuk secara gratis di Puskesmas. Warga diharapkan memeperhatikan dan melakukan pembersihan dengan obat tersebut, apabila ada genangan dan jentik nyamuk di lingkungan sekitar rumah.

“Kita kan ada program satu kepala keluarga satu Jumantik. Dalam satu keluarga, minimal ada satu orang yang mengawasi lingkungan rumahnya. Apabila butuh obat pembasmi jentik, bisa ke Puskesmas dan gratis,” jelasnya.

Zaini melanjutkan, 3 M merupakan langkah paling efektif membasmi jentik nyamuk dan penularan DBD. Apalagi jika dibandingkan dengan fogging.

“Fogging itu hanya bisa membunuh nyamuk dewasa. Nyamuk dewasa itu bisa mati hanya dalam 4 sampai satu minggu, yan paling efektif adalah membunuh jentiknya dengan 3 M,” pungkasnya.(jsR)

Tinggalkan Balasan