PEKANBARU, SUARAPERSADA. com- Kebijakan penyekatan ruas Jalan di Pekanbaru pasca diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)Level IV menuai kritikan pedas dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru.
Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru H. Fathullah, SH mengkritik keras dan mengaku kecewa dengan kebijakan pemerintah melakukan penyekatan jalan di beberapa ruas jalan Kota Pekanbaru.
Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Daerah Pemilihan (Dapil) I ini menegaskan, penyekatan jalan sangat tidak efektif bahkan menyusahkan rakyat. “Menutup jalan itu apakah antisipasi penyebaran Covidl-19 terlaksana. dipastikan tidak, karena penutupan jalan tidak maksimal, hanya sekitar 4 sampai 5 jam nanti dibuka lagi. Berarti penutupan jalan itu, sama saja menyusahkan rakyat, terutama bagi masyarakat yang berjualan di pinggir jalan Sudirman Pekanbaru, tegasnya.
“Mereka tidak bisa berjualan, apakah pemerintah tidak memikirkan orang itu mau makan apa. Kalau mau Lockdown silahkan, tapi jangan menyusahkan rakyat, ” kritik Politisi Partai Gerindra ini.
Seharusnya kata Fathullah, pemerintah mengutamakan pemakaian masker dan membubarkan kerumunan warga, itu baru efektif. Kalau penutupan jalan, saya pastikan tidak efektifefektif. Kalau dapat ini dibuka saja, bebaskan orang berjalan di Pekanbaru ini, agar bisa mencari nafkah. Sehingga ekonomi normal, terutama bagi rakyat yang hidup dari berdagang dan berjualan makanan. kata Fathullah.

Dicontohkan nya, penutupan jalan di Arifin Achmad dan Sudirman. Orang akan mencari jalan tikus atau gang. Malah di jalan tersebut terjadi kemacetan yang pada akhirnya ramai dan berkerumun. “Nah, katanya mengurai kerumunan, yang ada malah kerumunan, ujar H. Fathullah, SH, Kamis (29/7/2021).
Menurut nya, kebijakan penyekatan jalan ini sebaiknya di evaluasi lagi oleh pemerintah, jangan sampai seperti yang terjadi sekarang ini, malah menimbulkan kekhawatiran baru, sebutnya.
Ditanya, soal pembagian bansos kepada masyarakat Pekanbaru yang terimbas PPKM Level IV. Dikatakan Fathullah, kalau saya tengok tidak ada bantuan sekarang ini, kalau dulu memang ada. terutama dekat rumah saya, satupun tidak ada yang mendapat beras itu. Jadi kalau ada Bansos, betul-betul sampaikanlah kepada masyarakat. “Saya hanya dengar lewat berita di media saja, tetapi tidak ada sampai ke masyarakat. Jadi jangan sampai terjadi pembohongan publik,” cetusnya.(jsR)





















































