DUMAI, SUARAPERSADA.com – Rapat dengar pendapat tentang rencana pengoperasian kapal Roro Dumai-Malaka kembali berlanjut, Rabu (27/2-2019). Kali ini rapat dilaksanakan di Hotel Grand Zuri Kota Dumai, Riau.
Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Kota (Pemko) Dumai, Asnar SP MM, dalam rapat pertemuan tersebut menyampaikan tentang kesiapan Pelabuhan Bandar Sri Junjungan sebagai tempat lokasi pelabuhan kapal penyeberangan Roro Dumai-Malaka.
“Kota Dumai merupakan skala perioritas untuk pengoperasian pelabuhan penyeberangan kapal Roro Dumai-Malaka, karenanya, pelabuhan Bandar Sri Junjungan cocok sebagai lokasi pelabuhan Roro Dumai-Malaka”, jelas Asnar.
Menurut Asnar, semenjak pelabuhan penyeberangan Roro Dumai-Rupat diresmikan, tidak ada hambatan yang berarti karena keunggulan Kota Dumai kondisi yang relatif baik dan kondusif karena hampir semua lintas instansi keamanan ada di Dumai.
Asnar menambahkan penjelasannya soal pelabuhan penyeberangan kapal Roro Dumai-Pulau Rupat Bengkalis yang saat ini beroperasi.
Menurut Asnar, bahwa peruntukan awal pelabuhan penyeberangan kapal Roro di bangun di Dumai bukanlah untuk pelabuhan Roro Dumai-Rupat Bengkalis, akan tetapi untuk Roro Dumai-Malaka.
Karenanya, Asnar kadishub Dumai dihadapan peserta rapat yang di hadiri Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan RI, Pemprov Riau, KSOP Dumai, Pelindo I Dumai dan lainnya berharap dan meminta pelabuhan TPI Bandar Sri Junjungan dijadikan sebagai lokasi pelabuhan kapal Roro Dumai-Malaka.
Alasan Asnar meminta lokasi pelabuhan Roro Dumai Malaka di tempatkan di pelabuhan Bandar Sri Junjungan, kata Asnar, mengingat APBD Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Dumai sudah seratusan miliar tergelontor atas pembangunan pelabuhan Roro, maka dengan itu pengoperasian Roro Dumai-Melaka sudah lama dirindukan, pungkas Asnar.
Sejalan dengan harapan dan permintaan Kadishub Dumai, Asnar SP MM, agar lokasi pelabuhan Bandar Sri Junjungan ditunjuk sebagai pelabuhan Roro Dumai-Malaka, juga dilontarkan dalam forum rapat oleh Direktur BUMD Sri Junjungan Kota Dumai.
Direktur BUMD tersebut berpendapat, bahwa lahan lokasi untuk sisi darat pelabuhan Bandar Sri Junjungan masih tersedia untuk dijadikan lahan terminal. “Kita juga ada lokasi pantai yang bisa direklamasi”, ungkapnya.
Dengan cukup percaya diri, Direktur BUMD tersebut menyampaikan pihaknya mampu menyempurnakan pelabuhan untuk memenuhi standar pelabuhan Roro Dumai-Malaka.
Sementara itu, Biro Protokol humas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mewakili Gubernur Riau dalam rapat itu mengatakan pada prinsifnya pelabuhan Roro Dumai-Malaka segera beroperasi karena disana akan cukup banyak potensi roda perekonomian.
“Kami berharap balitbang untuk meneliti dan mengkaji lokasi pelabuhan Roro Dumai-Malaka mengingat infestasi yang sudah cukup besar membangun pelabuhan RoRo,” imbuhnya.**(Tambunan)





















































