Beranda Breaking News Tuntut Dana CSR, Warga Geruduk PT. ESS

Tuntut Dana CSR, Warga Geruduk PT. ESS

434
0

PAKKAT, SUARAPERSADA.com – Sekitar 50 orang warga Desa Purba Bersatu, kecamatan Pakkat, Humbang Hasundutan “geruduk” PT Energi Sakti Sentosa (ESS) Sipulak, Jumat, (13/11/2020).

Demo masyarakat ini dipicu oleh tidak transparannya perusahaan pembangkit listik Sipulak terhadap penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Informasi diperoleh media ini menyebutkan PT. ESS sudah empat tahun tidak merealisasikan janjinya kepada masyarakat tempatan.

Sementara kesepakatan awal setiap tahunnya besaran dana CSR sebesar 500 juta rupiah yang harus diaplikasikan untuk lima sektor utama, diantaranya pendidikan, tata ruang dan pemukiman, lingkungan, kesehatan dan sosial keagamaan.

Namun menurut salah seorang pendemo, janji tersebut masih sekedar hisapan jempol belaka. Bahkan pihak manajemen PT. ESS selama ini terlihat acuh akan janjinya tersebut.

Dalam orasinya, masyarakat yang membentangkan beberapa spanduk bernada mencela PT. ESS itu menuntut agar ada transparansi dana CSR yang direlesasikan ke masyarakat Purba Bersatu.

Masyarakat Purba bersatu tidak setuju dana CSR dikaitkan dengan sumbangan sosial, pernikahan.

Dan kemudian masyarakat meminta agar kabel listrik tegangan tinggi tidak boleh melewati pemukiman rakyat.

Sementara itu untuk meredakan emosi para pendemo, Manager PT. ESS, Kardoyono bersama Humas, Howard Banjarnahor berjanji akan memediasi pertemuan masyarakat dengan direktur yang disepakati pada 24 November 2020 mendatang.

Dalam keterangannya Howard mengapresiasi aksi masyarakat yang datang meminta kejelasan terkait dana CSR.

“Ini akan menjadi dasar saya untuk mengajukan ke manajemen yang lebih tinggi terkait program desa Purba Bersatu,” ungkapnya.

Lanjut dia, dengan adanya mediasi antara masyarakat dengan pihak manajemen dalam waktu dekat, apa yang diinginkan masyarakat semoga bisa terealisasi.

Pantauan suarapersada.com, usai menyampaikan beberapa tuntutan dan setelah mendapatkan kesepakatan mediasi, masyarakat para pendemo membubarkan diri dengan tertib. **(AdeCandra/Jhn)

Tinggalkan Balasan