PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Kamis (6/8) belasan mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa LIRA Indonesia menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor Walikota Pekanbaru. Dalam aksinya, mereka menuding Unit Layanan Pengandaan (ULP) telah berkonspirasi dalam penentuan pemenang lelang proyek dilingkungan Pemko Pekanbaru.
Dalam orasinya, mereka mendesak pihak kejaksaan untuk membongkar dugaan permainan di Unit Layanan Pelelangan (ULP) atas dugaan indikasi konspirasi proses lelang tersebut.
Erlangga, koordinator aksi menyerukan, tangkap dan hukum oknum – oknum birokrat pelaku dugaan pemain konspiras dalam menentukan pemenang tender. “Mahali (mahasiswa Lira) mendesak Pemko Pekanbaru untuk membongkar kembali dokumen ULP dan Pokja,” kata Erlangga.
Pantauan media ini, massa datang dengan membawa berbagai spanduk dan berbagai tulisan yang mengecam ULP dan Pokjanya, bendera Mahali, menggelar orasi di pintu gerbang Selatan Kantor Walikota Pekanbaru dengan pengawalan super ketat Satpol PP Pekanbaru.
Lelah berorasi dan tidak mendapat tanggapan dari pihak Pemko maupun ULP, akhirnya pendemo, menggelar aksi duduk di samping Halte Trans Metro Pekanbaru.**jsn























































