Tidak Rampung Akhir Tahun Ini, DPRD Riau Diminta Stop Anggaran Pembangunan Jembatan Siak IV

0
2766
Jembatan Siak IV Pekanbaru

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Ketua Umum Lembaga Independen Pemberantas Pidana Korupsi (LIPPSI) menyoroti pembangunan Jembatan Siak IV yang menyambungkan Jalan Sudirman ke Rumbai Pesisir.

Mattheus atau disapa akrab bang Mora ini menilai bahwa sejak mangkrak nya proyek Jembatan Siak IV  pada Tahun 2012 yang lalu masyarakat selalu menunggu kelanjutan akses yang akan memudahkan masyarakat Rumbai Pesisir menuju Pekanbaru kota.

Proyek Multi Years yang menelan anggaran mencapai Rp 128 Miliar lebih ini menjadi program awal pihak nya untuk memantau progres kerja yang sudah dilaksanakan.

“Kami terus pantau sejauh mana progres pembangunan yang di laksanakan oleh pihak Kontraktor PT. Brantas Abipraya tersebut. Karena sejauh mata memandang, sepertinya pekerjaan Jembatan Siak IV ini kami prediksi tidak rampung akhir Tahun ini,” ujarnya saat di wawancara oleh media ini, Senin (15/10/2018).

Ia menambahkan, bahwa pihak DPRD Provinsi Riau diminta apabila pekerjaan tersebut tidak Rampung agar Tahun depan jangan dianggarkan lagi. Pihak DPRD provinsi Riau selaku yang memiliki fungsi bidang penganggaran dan pengawasan pun jangan lagi menganggarkan Proyek Jembatan Siak IV itu apabila akhir Tahun ini pihak dinas PUPR Provinsi Riau tidak bisa menyelesaikan Jembatan itu.

Selain memantau perkembangan proyek yang menelan APBD Hingga Ratusan miliar ini, LIPPSI akan terus pantau dan apabila ada kecurangan dalam pelaksanaan, pihaknya akan segera melaporkan ke penegak hukum.

“Ya, anggaran proyek jembatan Siak IV itu tidak sedikit, kami akan terus pantau kalau ada penyelewengan yang tidak sesuai speksifikasi teknis dan gambar perencanaan kami pasti akan lapor,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Noviwaldy Jusman optimis Bahwa Proyek Jembatan Siak IV itu akan Rampung di akhir Tahun ini. Karena keinginan dan Desakan masyarakat yang ingin melintasi jembatan menuju Rumbai Pesisir ke pihaknya.

“Saya sudah desak terus mereka tidak ada kata toleransi atas pembangunan itu, harus selesai Tahun ini. Karena Taruhan nya adalah jabatan”. ujar noviwaldy  saat di hubungi senin (15/10/2018).

Ketika ditanya sanksi apa yang akan didapat oleh instansi Dinas PUPR Provinsi  apabila proyek jembatan Siak IV tidak rampung akhir Tahun ini, Dedet sapaan akrab wakil ketua DPRD ini menyatakan sepakat dengan apa yang disampaikan Mattheus, tidak akan menganggarkan untuk alokasi Jembatan tersebut Pada APBD Tahun depan.

“Tidak akan dianggarkan lagi, dan kami tidak akan mengucurkan kembali anggaran untuk proyek tersebut dan kita akan black list pelaksana proyek (PT. Brantas Abipraya). Tidak boleh main-main dengan itu ( Proyek Jembatan Siak IV). File sudah naik dan mereka sudah teken, makanya tidak boleh main-main kerja harus betul,” tegasnya.

Namun Dedet Tetap optimis, Bahwa Proyek Jembatan Siak IV tersebut Selesai akhir Tahun ini.

“Ya kita optimis akhir Tahun ini selesai, walaupun  sampai kontra nya selesai dan ada toleransi. Tapi Saya ingin Proyek itu harus selesai Tahun ini,” tukasnya.

Kepala bidang Bina Marga bagian jembatan Provinsi Riau, Yunan Asri saat akan dikonfirmasi tidak dapat ditemui, ketika di hubungi nomor kontak yang bersangkutan tidak aktif.

Pembangunan Jembatan Siak IV hingga kini sedang berlangsung proses pengerjaan nya, menurut informasi progres nya sudah mencapai 70%.

Proyek ini dianggarkan secara multi years. Sejak mangkarak selama beberapa tahun lalu, pada 2017 pemerintah provinsi Riau melalui dinas PUPR kembali menggelontorkan Anggaran untuk alokasi jembatan Siak IV senilai  Rp 107.502.791.773,45 yang dimenangkan oleh PT Brantas Abipraya (persero). Kemudian pada tahun 2018, untuk pengerjaan akses jalan kembali dianggarkan dengan dana alokasi sebesar Rp 21.335.611.638,82 dan dimenangkan oleh PT Hasrat Tata Jaya.**(Hombing)

Tinggalkan Balasan