DUMAI, SUARAPERSADA.com – Pemerintahan Kerajaan Thailand sangat mendukung rencana adanya kapal penyeberangan RoRo Indonesia-Malaysia (rute Dumai-Malaka).
Hal tersebut karena selain dapat menunjang sektor perekonomian, pariwisata dan pertanian dikedua negara (Indonesi-Malaysia), setidaknya negara Thailand juga dapat terimbas pada pertumbuhan sektor tersebut.
Dukungan Thailand ini disampaikan oleh delegasi pemerintahan Thailand dalam rapat pertemuan lanjutan IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand – Growth Triangel) antara Indonesia, Malaysia dan Thailand di Palembang.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemko Dumai, Asnar SP. M.Si, menyampaikan, dalam rapat pertemuan lanjutan di Palembang masih membahas isu utama tentang hal pengoperasian penyeberangan RoRo Dumai-Malaka.
Kepada suarapersada.com diakui Asnar, bahwa delegasi Thailand yang turut hadir dalam rapat pertemuan tersebut sangat mendukung pengoperasian penyeberangan kapal RoRo rute Dumai-Malaka karena katanya bisa menunjang pertumbuhan sektor perekonomian, pariwisata maupun sektor pertanian di negara tersebut.
Menurut Asnar, delegasi Indonesia dalam rapat pertemuan tersebut di pimpin oleh Capt. Wisnu Handoko, Direktur Lala Dirjenhubla (Direktur Jenderal Perhubungan Laut), Kadishub Pemprov Riau, Walikota Dumai Kadisperindag Dumai dan Kadishub Dumai.
Sedangkan delegasi Malaysia dipimpin oleh Rosbi bin Abdul Rahman dan delegasi Thailand dipimpin oleh Kamalwan Butarbwong.
Untuk pelabuhan ujar Asnar, sudah hampir 99 persen bahwa pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai ditunjuk Menhub sebagai pelabuhan RoRo Dumai-Malaka. Sedangkan sisi laut milik Pemprov Riau.
Rapat pertemuan tersebut kata Asnar masih menindaklanjuti rapat-rapat pertemuan sebelumnya dalam pembahasan berbagai hal tentang SOP (Standar Operasional Prosesur) pengoperasian kapal RoRo Dumai-Malaka.
Dalam rapat pertemuan sebelumnya oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Perhubungan Riau bersama instansi vertikal, telah memasuki pembahasan mengenai SOP spesifikasi kenderaan dan komoditi yang boleh masuk dan keluar Indonesia-Malaysia lewat kapal RoRo Dumai-Malaka.
Apa saja jenis dan spesifikasi kenderaan yang diizinkan masuk dan melintas di kedua negara menjadi pembahasan SOP dalam rapat.
Demikian juga soal jenis komoditi yang boleh diangkut oleh kapal RoRo, baik masuk maupun keluar melalui RoRo menjadi issu pembahasan yang tak kalah penting dalam rapat pertemuan itu.**(Tambunan)



















































