Syamsuar : “Faktor Ekonomi Penyebab Karhutla di Riau”

0
151
Rapat terbatas Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau Tahun 2020 di Rumah Dinas Gubernur Riau

FAKTOR ekonomi diduga salah satu penyebab terjadinya pembakaran hutan dan lahan di provinsi Riau. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Riau, Syamsuar saat memaparkan beberapa permasalahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau.

Hal ini diungkapkannya saat memimpin rapat terbatas Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau Tahun 2020 di Rumah Dinas Gubernur Riau, Sabtu (7/3/2020).

Faktor ekonomi, diakuinya, menjadi penyebab utama pembakaran hutan dan lahan yang kemudian beralih fungsi menjadi lahan sawit. 

“Ada oknum yang ingin memperkaya diri dengan menanam kelapa sawit,” terang Gubri. 

Padahal, menurutnya, masih banyak komoditas lain yang dapat menjadi sumber penghasilan masyarakat. Seperti jahe merah, serai wangi, dan lainnya yang tidak merusak ekosistem hutan. 

Gubri lalu menjelaskan adanya oknum yang melatarbelakangi beberapa masyarakat melakukan pembakaran hutan. 

“Masyarakat tempatan dibayar untuk membakar hutan dan lahan,” jelasnya. 

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku kebakaran hutan dan lahan di Riau masih tersendat.

“Sebanyak 6 perusahaan yang belum diproses,” ungkapnya.

6 perusahaan tersebut, katanya, telah terbukti bersalah melakukan tindak pembakaran hutan. Namun belum ada penindakan. 

Menurutnya, hal tersebut menjadi kelemahan dalam penanganan kasus karhutla di Riau. Karena dikhawatirkan perusahaan tersebut akan kembali melakukan pembakaran hutan.

Karena itu Syamsuar meminta kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Hendroyono untuk segera menindaklanjuti perusahaan yang bersalah tersebut.**(Adv/Hmsprovriau)

Tinggalkan Balasan