Seruan untuk Tidak Rayakan Hari Valentine

0
451

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com-Sekitar 30 siswa dan pelajar Muhammadiyah Kota Pekanbaru menyerukan kepada kaum remaja untuk tidak merayakan Hari Kasih Sayang atau Hari Valentine yang diperingati setiap tanggal 14 Febuari ini.

Pasalnya, Hari Kasih Sayang atau Valentine’s Day bukan kebudayaan Indonesia dan sangat bertentangan dengan ajaran Islam. “Oleh sebab itu, kami menghimbau masyarakat Kota Pekanbaru khususnya generasi muda Islam untuk tidak ikut-ikutan merayakan budaya asing Peringatan Hari Kasih Sayang atau Valentine’s Day,” tukas Syafrudin Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Ikatan Pelajar Mahasiswa saat berunjukrasa di bundaran Tugu Zapin Pekanbaru.

Peringatan Valentine’s Day berawal saat Santo Valentine, seorang pendeta harus menerima hukuman pancung dari penguasa (raja) Ghotikus melalui tangan-tangan algojonya. Hukuman itu diberikan karena Valentine dianggap melanggar ketentuan imperium, yakni dia berani menikahkan sepasang remaja yang sedang merasakan kasih sayang secara diam-diam.

“Ketika itu remaja pria dilarang menikah dulu karena harus wajib militer menjadi prajurit yang tangguh,” katanya.

Namun di abad modern seperti saat ini, Hari Valentine biasanya dirayakan oleh sepasang kekasih dengan bertukarn coklat atau hadiah setelah itu dilanjutkan oleh perbuatan maksiat. Parahnya lagi, ada yang berakhir dengan perzinahan.

“Padahal perbuatan zina merupakan dosa besar dan sangat tidak bisa ditolerir oleh Islam. Makanya kita harus menolak Valentine’s Day,” tukasnya.***

Tinggalkan Balasan