Saatnya BNK Rohil Undang BNN Untuk Test Urine

2
1267

Catatan : JASFAR (Wartawan Suara Persada Indonesia)

SEPANJANG yang dapat dicatat media ini, pengangkatan Drs Jamiludin yang jabatan pokoknya adalah Wakil Bupati Rokan Hilir, secara ex-officio beliau juga dipercaya sebagai Kepala BNK (Badan Narkotika Kabupaten) Rokan Hilir, yang setahu penulis memang kurang terpublikasi secara luas.

Namun dengan santernya media mainstream dan media on-line beberapa hari yang lalu, yang menegaskan bahwa Kabupaten Rokan Hilir, untuk level Provinsi Riau, suka atau tidak, sudah menempati rangking yang cukup mencengangkan.

Peringkat I dalam Kasus Narkoba, itulah rangking yang ditempati Rohil dalam seliweran berita paling anyar yang dapat diunggah di berbagai mass-media, cetak, TV, on-line atau sejenisnya.

“Kita akan lakukan upaya pencegahan terhadap Narkoba dengan melakukan test urine di tempat-tempat yang beresiko, seperti Lapas, Polsek dan Sekolah-Sekolah serta tempat-tempat lainnya,“ ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Rokan Hilir Islianto kepada sejumlah media pers usai acara pemusnahan barang bukti narkoba di Mapolsek Bangko baru-baru ini.

Bukan kita menilai apa yang dipaparkan Islianto, sebagai salah seorang petugas BNK Rokan Hilir pada acara amat penting itu kurang membawa missi penting dalam konteks ini, namun publik Rohil amat sangat berharap, ke depan Drs Jamiluddin dapat memaparkan semua program yang akan dilaksanakan institusinya dalam menyelamatkan generasi Bangsa dari ancaman  narkoba.

Untuk tingkat Nasional berkali-kali Presiden Jokowidodo memberikan perintah yang jelas kepada aparat di lapangan untuk mendor saja bila Bandar dan pengedar narkoba yang saat akan ditangkap melawan petugas atau melarikan diri.

Di BNN Pusat, Buwas, Jenderal Polisi Bintang Tiga itu, ditunjuk sebagai Kepala BNN Pusat. Maka melihat rangking Rohil yang sudah tersedot ke atas sebagai peringkat I, artinya kondisi Rohil sudah semakin gawat dari apa yang sudah dilaporkan meass-media setahun terakhir.

Presiden Jokowidodo atau Komjenpol Buwas tak sedang bergurau jika mengatakan tiap kali, bahkan dua hari yang lalu Presiden mengulang perintah tegasnya untuk aparat jika dihalangi bandar atau pengedar narkoba dalam menegakkan hukum menumpas narkoba.

Indonesia sudah darurat narkoba, idem ditto Rokan Hilir sebagai sebuah kabupaten yang posisinya di pesisir pantai, sebagaimana banyak diungkapkan pejabat, narkoba masuk ke Indonesia melalui bebagai perahu-perahu klutuk atau jung atau bisa juga dengan melalui perahu-perahu nelayan tradisional, yang di Rokan Hilir sulit menyebutkannnya satu persatu karena banyaknya kampung-kampung nelayan di sepanjang pantai Rokan Hilir.

Undang BNN ke Rohil

Jika disebutkan satu persatu korban yang telah jatuh akibat narkoba di Rohil, tulisan ini akan sangat panjang. Tapi masyarakat Rohil belum bisa lupa kejadi dua tahun silam, seorang remaja putri (pelajar) meregang nyawa di sebuah hotel gara-gara narkoba.

Juga sejumlah pegawai honior dan PNS, juga pernah ada yang terlibat kasus narkoba. Malah seorang Kepala SD Negeri di Bagansiapiapi setahun yang lalu, mengundang pihak Kepolisian di Bangko untuk ikut prihatin dan mengambil langkah hukum terhadap anak didiknya yang sudah loss-control akibat pengaruh narkoba.

Mereka, mencongkel atap sekolah dan menyikat komputer dan apa saja yang bisa dijadikan uang untuk membeli narkoba. Sang Kepala Sekolah menunjukkan alibi kuat barang-barang berupa penghisap dan segala macam tabung yang agak sulit menyebutnya bagi orang awam yang jauh dari dunia narkoba.

Masih ingat sejumlah PNS Rohil yang berstatus sebagai Satpol PP, melakukan pencurian terhadap dokumen Nagara. Belum lagi anak-anak tingkat SD, mungkin karena harganya relative murah dan gampang didapat, mereka malah menghirup apa yang dikenal dengan lem kambing. Pengaruh fly dari mengkonsumsi lem kambing ini tak jauh beda dengan halunisasi yang didapat dari narkoba.

Berdasarkan pembicaraan Penulis dengan sejumlah tokoh, baik pendidik maupun tokoh agama di Bagansiapiapi, mereka amat sangat mendukung gagasan jika BNK Rokan Hilir, yang sudah berpredikat sebagai Peringat I kasus narkoba, agar dapat mengundang hadirnya BNN Pusat ke Rokan Hilir.

Kami kira, jika Pak Drs  Jamiludin melobi Pak Buwas, yang Ketua BNN, melihat peta Rokan Hilir yang sudah dapat nomer pertama dalam konteks narkoba di Provinsi Riau yang sangat luas itu, penulis percaya, Undangan dari BNK Kabupaten Rokan Hilir untuk BNN Pusat tidak akan ditolak, bahkan rasanya akan diterima dengan tangan terbuka.

Kecuali itu, suatu hal yang amat penting dengan kedatangan Tim BNN Pusat untuk melakukan test urine bagi aparat di Rokan Hilir, akan menjadi schok-teraphy bagi sejumlah pengedar dan Bandar narkoba yang selama ini mensuplay Rokan Hilir dengan barang haram tersebut dengan keuntungan besar.

Penulis percaya, kedatangan tim BNN Pusat ke Rokan Hilir pasti akan membuat sejumlah pengedar dan Bandar narkoba untuk sejenak menghentikan operasionalnya ke Rokan Hilir.

Lebih daripada itu, dengan sikap BNK Rokan Hilir yang mengundang tim BNN Pusat turun ke Rokan Hilir untuk melakuan test urine ke sejumlah personil yang selama ini menjadi tempat lalu-lalang barang haram tersebut. Dengan tindakan ini, bisa dipastikan BNK Kabupaten Rokan Hilir harus dicatat telah mengabil langkah stategis dalam mengemban tugasnya melawan musuh yang sangat bertanggungjawab bagi kelansungan hidup anak Bangsa.

Penulis mengutip keterangan Henry Yosodiningrat, Ketua Umum GRANAT di media mainsteam beberapa hari yang lalu. “Korban penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah mencapai lebih dari 5 juta orang. Angka kematian gara-gara narkoba di Indonesia perhari mecapai 50 orang. Dana masyarakat yang disedot narkoba mencapai Rp. 1 trilyun/ perhari,” kata Henry.

Maka mudah-mudahan saja Ketua BNK Kabupaten Rohil Drs Jamiludin dalam merealisir datangnya tim BNN untuk test urin di Rohil, jangan pula bagaikan menari poco-poco, 5  langkah maju, 10  jangkah mundur. Alamaaak, jika itu yang terjadi, bakal banyaklah manusia di Rokan Hilir yang akan bermasygul hati, Negeri 1.000 Kubah itu sulit menghapus Peringkat Pertama dalam soal narkoba yang sudah tergores, jika BNK Kabupaten tak ligat memanfaatkan moment itu saat ini.**

2 KOMENTAR

  1. Hello there I am so grateful I found your web
    site, I really found you by error, while I was looking on Bing for something else, Regardless I am here now and
    would just like to say many thanks for a remarkable post and a all round entertaining blog (I also love the theme/design), I don’t have time
    to browse it all at the minute but I have saved it and also included your RSS feeds, so when I have time I will be back to read a lot more, Please do keep up the fantastic b.

Tinggalkan Balasan