DURI, SUARAPERSADA.com – Hari ini Kamis (04/05) pagi, Satpol PP Kec.Mandau lakukan razia diseputaran kota Duri, seperti Jl.Hangtuah dan Jl.Jend.Sudirman Kota Duri.
Razia itu dipimpin langsung oleh Kasi Trantib Kec.Mandau Maspuri, SH. dan Koordinator Lapangan Nurizan. Hingga siang terjaringlah sebanyak 30 anak punk, baik wanita maupun pria. Mereka langsung dibawa pakai mobil satpol PP ke kantor Camat Mandau guna diamankan untuk dimintai keterangan.
Kepada media ini Maspuri, SH menyebutkan, kalau kegiatan anak punk tersebut tiba-tiba muncul beberapa hari ini dan ngamen di jalanan, terutama di simpang-simpang lampu merah, kemudian ke kedai makan dan minum ditambah lagi dengan adanya laporan dari masyarakat yang menganggap kehadiran mereka sangat meresahkan, terutama ditempat kos-kosan mereka di Jl.Bakti Kelurahan Batang Serosa -Duri.
“Kami hanya menertibkan mereka dan mencegah bila nantinya mereka melakukan pemaksaan pengutipan uang kepada pengendara di persimpangan lampu merah, maupun ke kedai makan dan minum, sehingga bisa menimbulkan keributan,” ujarnya
Lanjutnya lagi, “mereka akan kami pulangkan ke daerah Rokan Hilir dan Sumatera Utara, karena kebanyakan mereka dari sana. Sementara anak punk itu ketika ditanyai petugas adalah anak dari luar Duri, dan ada juga dari Duri, ada pula yang mengaku anak Duri tetapi orangtua dan sanak saudaranya berada di Lampung. Alasan kedatangan mereka ke Duri sejak 1 Mei kemarin, adalah untuk mengikuti acara reuni organisasi kelompok mereka, ada 2 anak bayi yang terjaring, karena ada juga yang berpasangan di kelompok mereka,” jelasnya.**(Julieser)



















































