MEDAN, SUARAPERSADA.com-Kasus pembunuhan disertai perampokan yang dialami seorang nenek Diana Boru Siagian (68) di rumahnya Jalan Bunga Kenanga Pasar I Lingkungan I PB Selayang II, Medan Selayang, Selasa 9 September tahun lalu masih misteri. Pasalnya, pelaku pembunuhnya belum terungkap dan masih bebas berkeliaran.
Kasus pembunuhan berencana itu ditangani oleh penyidik Reskrim Polsekta Sunggal dibantu oleh penyidik dari Polresta Medan.
Saat itu, Kapolsekta Sunggal adalah Kompol Aldi Subartono yang kini menjabat sebagai Kasat Reskrim Polresta Medan. Tentu kasus pembunuhan itu kini menjadi tugasnya untuk mengungkap siapa dalang pembunuhan, yang diduga orang dekat korban.
Menanggapi hal ini, Ketua Umum Pusat Studi Hukum dan Pembaharuan Peradilan (Puspha), Muslim Muis menilai, ada apa sebenarnya dengan kasus pembunuhan ini. Tidaklah mungkin dari keterangan saksi yang diperiksa penyidik polisi belum menemukan titik terang siapa otak pelaku pembunuhan ini.
“Ya, memang kasus ini patut dipertanyakan kepada Kasat Reskrim Polresta Medan yang baru. Apa mungkin dari sekian banyaknya saksi diperiksa polisi belum diketahui siapa yang terlibat. Kok kasus pidana lainnya bisa terungkap,” tandasnya kepada wartawan, kemarin (15/05).
Padahal,lanjut Muslim, kasus itu sudah 9 bulan berjalan belum diketahui siapa yang terlibat, apalagi pelakunya. Pengungkapan kasus ini ya tentu menjadi PR buat kasat yang baru,” pungkas Muslim Muis mantan Wadir LBH Medan ini.
Sementara, Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Aldi Subartono dalam pesan singkatnya hanya mengatakan pelaku masih dalam penyelidikannya. “Iya pelaku masih lidik,” jawabnya melalui pesan singkat di ponsel.***(Win)

















































