MEDAN, SUARAPERSADA.com – Terkait Kasus penyerangan hingga Penganiayaan dan Penculikan yang di duga di lakukan Puluhan Anggota Personil Direktorat Shabara Polda Sumut terhadap Security Komplek J City Jalan Karya Wisata Kecamatan Medan Johor mendapat bantahan dari Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf.
“Aksi tersebut sudah Dilidik, faktanya, justru Anggota sedang melintas di kawasan Perumahan J City tersebut dengan mengendarai sepeda motor di dahului Security J City dengan kecepatan tinggi dan menggas-gas, sehingga diteriaki anggota tersebut. Jadi karena tidak terima di teriaki lalu, Security tersebut bersama Security yang lain mencegat anggota di pintu gerbang dan anggota tersebut di stop, lalu terjadi cekcok mulut,” jelas Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf, Selasa,(24/02).
Menurut Helfi, cekcok tersebut akhirnya dilerai oleh Kepala Security di situ, dan akhirnya selesai. Namun, Satpam tersebut sempat melontarkan kata-kata kotor kepada anggota, sehingga anggota emosi dan masalah pun terjadi lagi.
Direktur Shabara Polda Sumut, Kombes Pol Darto Juhartono mengatakan, saat ini permasalahan tersebut sedang di tangani Propam Polda Sumut dan Penyidik Reskrim untuk pertanggung jawaban perbuatannya.“Sudah di tangani Propam dan Penyidik Reskrim,” sebutnya.
Sebelumnya, puluhan Pria diduga petugas Dit Shabara Poldasu berpakaian Preman dan Dinas mengendarai Sepeda Motor dan Mobil, Sabtu (21/02) sekira pukul 22.30 WIB mendatangi Pos Security Komplek Perumahan Johor City di Jalan Karya Wisata, Kec. Medan Johor, dan menganiaya hingga melakukan penculikan terhadap pihak security. Akibat tindakan arogan puluhan oknum Polri itu, menyebabkan 6 orang luka -luka dan terpaksa harus menjalani perawatan medis di RS Mitra Sejati.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi menyebutkan, malam itu puluhan Pria berpakaian Preman dengan mengendarai berbagai jenis Sepeda Motor dan Mobil secara konvoi mendatangi Pos Security J. City. Kedatangan mereka untuk mencari salah seorang petugas Security yang menuding Personil Shabara Poldasu ngebut saat melintas di kawasan tersebut.
Namun, saat hendak masuk puluhan petugas di duga dari Shabara Polda Sumut terhalang Portal sehingga, puluhan orang tersebut pun masuk dari pintu belakang komplek yang terletak di Jalan Luku I, hingga akhirnya seluruh komplek terkepung oleh mereka.
Setelah masuk di areal komplek, tanpa basa-basi, puluhan Pria di duga Anggota Dit Sabhara Polda Sumut ini pun langsung membantai seluruh Security yang terlihat di dalam komplek.Tak hanya melakukan pengeroyokan dan penganiayaan, melainkan juga menculik salah seorang Security, Boy Ronald Sinaga (22) warga Jalan Karya Tani, Kecamatan Medan Johor, yang saat itu berada di Pos 4 Metropolis, dan selanjutnya dibawa secara paksa ke Mako Dit Sabhara Poldasu yang berada di Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan.
Sementara itu, untuk mengelabui petugas lain, dua kelompok lain menerobos portal pintu keluar di Jalan Karya Wisata, dan sebagian kelompok lagi membuat kerusuhan di depan Fitnes Center yang berada di dalam komplek tersebut, hingga menyebabkan Rizal selaku pemilik tempat Fitnes dan juga Dewa, karyawan Fitnes tersebut menjadi korban Penganiayaan puluhan Anggota Dit Sabhara Poldasu, yang mempersenjatai diri Mereka dengan alat Blantan terbuat dari Karet. Tak hanya Rizal, Dewa dan Boy yang menjadi korban sasaran mereka, Abdul (32), Almuhazirin (23) warga Jalan Karya Tani, Kecamatan Medan Johor, serta Agus, juga turut menjadi sasaran hingga menyebabkan luka – luka di sekujur tubuh Mereka.
“Nggak cuma anggota Saya Bang yang menjadi sasaran, pemilik Fitnes dan Karyawannya pun juga menjadi Korban Penganiayaan ratusan Anggota Dit Sabhara Poldasu itu Bang, yang paling parah si Boy dan Almuhazirin Bang,” terang Rangga selaku Danton Security J.City.
Mendapatkan informasi tersebut, Rangga selaku Danton SSG (Spesial Security Group) J. City, datang ke Mako Dit Sabhara Poldasu dan menjemput Boy yang sudah lemas disiksa oleh Anggota Dit Sabhara Poldasu.
“Habis di pukuli Aku Bang di dalam, ramai sekali Mereka Bang. Ada tadi satu orang kulihat dia marga Sinaga, ku jelaskan lah Bang, kalau aku juga marga Sinaga, gak jadi di pukulnya aku Bang. Sempat juga Senior-senior Mereka marah-marah Bang lantaran Mereka bawa aku ke Mako Mereka Bang.
“Ngapain kalian bawa di sini, jadi masalah aja. Bagusan kalian ikat dan seret dia di jalan” kayak gitu dia ngomongnya Bang,” beber Boy menirukan ucapan Senior pelaku.
Tak hanya Boy, kelima korban lainnya pun turut di bawa ke RS. Mitra Sejati guna mendapatkan perawatan Intensif. Dari ke enam korban, Boy dan Almuhazirinlah yang mendapatkan luka paling parah. Ketika di lakukan Rontgen, Boy mengalami pergeseran tulang rusuk sebelah kiri, dan Almuhazirin pun mengalami pergeseran dan patah tulang di rusuk sebelah kanan.
“Saat di Rontgen Bang, tulang rusuk sebelah kiri si Boy bergeser dan juga tulang rusuk kanan Almuhazirin bergeser Bang. Masih menahan rasa sakit mereka di rumah sakit bang,” beber Rangga lagi.
Masih kata Rangga, hal penyerangan tersebut di picu saat Sabtu (21/02) Siang kemarin, dua Pemuda berpakaian Preman dengan mengendarai Sepeda Motor berknalpot blong melintas di dalam Komplek J.City dan, saat berpapasan bersama dengan salah seorang Securiti yang sedang berpatroli jaga pada saat Siang itu, ke dua Pemuda ini tiba – tiba menahan Securiti tersebut dengan alasan yang tak jelas. Security yang identitasnya di rahasiakan ini pun langsung memanggil rekannya yang lain melalui HT, yang tak lama kemudian tiba dan mengajak kedua Pemuda ini ke Mako Securiti J. City.
Sesampainya di Mako J.City, kedua Pemuda yang ternyata Anggota Dit Sabhara Poldasu ini pun akhirnya di damaikan oleh Rangga dan salam – salaman hingga akhirnya bubar.
“Memang siangnya sempat ada kesalah pahaman Bang antara Anggota Saya dengan dua orang Anggota Dit Sabhara Poldasu yang berpakaian biasa saat melintas di dalam komplek perumahan J.City. Sudah saya damaikan dan salam – salaman, tapi gak taunya mereka balas dendam dengan menyerang anggota saya yang sudah berganti shift,” beber Rangga.
Kekecewaan terhadap aksi oknum Polri yang seharusnya menjalankan 3M, Melayani, Mengayomi dan Melindungi Masyarakat ini, dikeluhkan oleh Rizal selaku pemilik Fitnes Center yang menjadi korban penganiayaan hingga menyebabkan stainles yang berada di depan usahanya itu hancur. Sempat berusaha melawan, pria bertubuh kekar ini pun akhirnya menyelamatkan dirinya saat melihat jumlah mereka yang mencapai puluhan orang itu.
“Gak jelas juga Polisi sekarang, kok kayak gitu sih jadi Polisi, bukannya melindungi masyarakat malahan mereka bersikap arogan bahkan anarkis terhadap masyarakat. Kalau cuma sepuluh orang mereka masih bisa kami lawan Bang, ini jumlahnya puluhan, dari pada konyol mendingan saya menyelamatkan diri hingga ke atap gedung tempat usaha saya ini bang,” terang Rizal.
Pihak Kepolisian Polsek Delitua yang mendapatkan informasi kerusuhan tersebut pun akhirnya turun kelokasi dan melakukan pengamanan. Hingga berita ini diturunkan, kedua korban yakni Boy dan Almuhazirin pun masih terbaring lemas diruangan lantai 3 No 113 gedung RS Mitra Sejati. Dan dari pihak security SSG sendiri belum juga membuat laporan resmi atas peristiwa ini lantaran masih menunggu konfirmasi langsung dari pihak Kasat SSG. “Kami belum buat laporan bang, nantilah tunggu arahan lanjut dari Kasat kami,” terang Rangga.(win)

















































