PEKANBARU, SUARAPERSADA.com– Meski pemerintah kota Pekanbaru telah mengelontorkan APBD hingga puluhan miliar untuk penanganan sampah, namun persoalan sampah tak kunjung tertangani dengan baik. Padahal masa jabatan Dr. Firdaus,ST.,MT sebagai Walikota Pekanbaru tinggal hitungan minggu akan berakhir.
Kondisi ini terlihat dari masih banyaknya tumpukan sampah di sejumlah wilayah kota Pekanbaru bahkan di pinggir jalan nasional yang menjadi buah bibir bagi setiap orang yang melintas.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari kinerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru serta Kedua perusahaan yang menangani sampah, yakni PT. Godang Tua Jaya (GTJ) dan PT. Samhana Indah (SHI) patut dipertanyakan.
Ketua Lembaga Pemerhati Kesejahteraan Rakyat Riau (LPKR), Andrws mengatakan penanganan sampah merupakan tupoksi dari DLHK kota Pekanbaru yang tidak bekerja optimal. Dari tahun ketahun persoalan di kota kita Pekanbaru ini tidak lepas dari sampah begitu juga dengan banjir. Padahal anggaran penanganan sampah tahun 2022 mencapai sekitar Rp 56 M. terang Andrws, Kamis (31/3/2022).

Dikatakan Andrws, dua perusahaan yang memenangkan tender penangan sampah, yakni PT. GTJ menjadi operator angkutan sampah di Zona I yang meliputi empat kecamatan yakni Bina Widaya, Tuah Madani, Payung Sekaki dan Marpoyan Damai.
PT.SHI di wilayah zona II yakni, Bukit Raya, Lima Puluh, Sail, Pekanbaru Kota, Tenayan, Kulim, Sukajadi dan Senapelan. Sedangkan zona III, yakni wilayah Rumbai menjadi tanggung jawab DLHK Kota Pekanbaru, urainya.
“Fakta di lapangan, seluruh wilayah tersebut setiap harinya tidak pernah bebas dari sampah, ” kritiknya.
Buruknya kinerja dua perusahaan tersebut tidak terlepas dari kinerja atau pengawasan DLHK Pekanbaru selaku pengendali kegiatan. Kita bisa lihat Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang itu-itu saja, bahkan bahu atau pinggir jalan Nasional dijadikan TPS, bebernya.
“Selain itu, kita sudah surati DLHK mempertanyakan kenaikan uang upah angkat sampah itu. Dimana uang retribusi sampah yang diterima setiap harinya 450.000 per hari tampa hari libur, tapi belum dijawab,” kata Andrws.
Dikatakan Andrws, masa jabatan Firdaus sebagai Walikota akan berakhir. Dua periode menjadi Walikota Pekanbaru tentu sudah banyak berbuat untuk kota ini, apakah masalah sampah menjadi salah satu catatan buruk, ucapnya.
Ia menyarankan kepada Walikota Pekanbaru untuk melakukan evaluasi terhadap pejabat di DLHK dan menunjuk orang yang memiliki Komitmen serta kemampuan dalam penanganan sampah, agar kota kita ini bebas sampah dan meraih kembali Adipura, pungkasnya.
Pantauan media ini, dikawasan jalan Nasional Jalan Siak II, Kecamatan payung Sekali tampak sampah menumpuk mengeluarkan bau busuk dan dibakar oleh warga (jsR).





















































