Gubri Buka Seminar Sagu Asean tahun 2018

0
1730

Gubernur Riau (Gubri) Arsyadjuliandi Rachman membuka secara resmi Seminar Sagu Asean tahun 2018 di Hotel Pangeran Pekanbaru, Selasa (7/8).

Dalam Sambutannya Gubri mengatakan bahwa Provinsi Riau awalnya lebih dikenal dengan provinsi Migas, dan juga kebun kelapa sawit di Indonesia.

Namun menurut Gubernur Riau, beberapa tahun ini Provinsi Riau tengah giat giatnya mempromosikan sagu dalam mengatasi masalah pangan di Provinsi Riau.

Gubri juga menjelaskan bahwa, di Provinsi Riau semangat mengembangkan sagu  karena Riau bukan penghasil beras jadi setiap tahun kita tergantung di Provinsi tetangga dan Jawa, sehingga  mudah mudahan sagu bisa mengatasi masalah pangan di Provinsi Riau.

“Karena permintaan sagu setiap tahunnya meningkat dan banyak disukai masyarakat dan tamu yang datang ke Riau sehingga sekarang di kota pekanbaru sudah gampang mendapatkan sagu, baik untuk sarapan makan siang dan malam karena permintaan sagu semakin meningkat setiap tahunnya,” tambahnya

Gubri H Arsyadjuliandi Rachman menandatangani Lounching Ekspor Tepung Sagu Kering saat hadiri 4th Anual Asean Sago Symposium 2018 dengan tema “Sagu Pangan Strategis”, di Hotel Pangeran Pekanbaru

Gubri juga menjelaskan bahwa Provinsi Riau  mulai tahun 2015 sejalan dengan mempromosikan sagu juga memperkenalkan pariwisata berbasis budaya

Gubri juga berharap dengan sagu yang saat ini mulai disukai masyarakat dan tamu yang datang ke Riau sehingga permintaan sagu meningkat dan bisa mengatasi masalah pangan di Provinsi Riau.

“Dengan adanya seminar ini kami berharap sagu yang ada di daerah daerah Indonesia bisa menyumbang untuk nasional baik itu di segi pangannya dan perekonomiannya serta sagu Indonesia makin hebat dan makin diakui serta bisa menjadi sumbangsih bagi negara,” tutupnya.

Gubri menguraikan, komoditi sagu yang cukup melimpah di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, diharapkan bisa menjadi komoditas pangan strategis Nasional, dalam rangka mendorong percepatan penganekaragaman pangan berbasis sumber daya.

Untuk mengembangkan Sagu tidak cukup hanya dilakukan oleh Pemerintah Daerah penghasil Sagu saja, tetapi harus mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian.

Potensi Sagu Indonesia sangat besar, dimana dari catatannya Indonesia adalah sumber penghasil Sagu terbesar di dunia. Dari seluruh potensi Sagu di Dunia, 5,5 Juta Hektarnya ada di Indonesia, tersebar di Papua 4 Juta Hektar dan di 67 Kabupaten lainnya, dimana salah satunya berada di Kabupaten Kepulauan Meranti. Jika di total hampir mencapai 6 Juta Hektar.

Saat ini harga tepung Sagu kering dipasaran Kepulauan Meranti hanya berkisar 5.500 perkilogram, jauh lebih murah jika dibandingkan dengan beras, padahal jika dilihat dari segi gizi tidak kalah.**(Adv/HmsprovRiau)

Tinggalkan Balasan