Diduga Milik Oknum TNI AD, Mafia CPO di Desa Kesumbu Ampai “Bebas Beroperasi”

0
574

DUMAI, SUARAPERSADA.com -Sejak beberapa bulan lalu, aktivitas penampungan minyak CPO ( Crude Palm Oil ) di Desa Kusumbu Ampai Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, berjalan lancar dan diduga tak ada hambatan.

Bebasnya operasional penampungan minyak CPO di wilayah Duri 13 itu, diperkuat dengan tidak adanya larangan atau tindakan pemberantasan dari pihak aparat penegak hukum, terhadap aktivitas menampung, menimbun dan menjual minyak CPO ilegal, yang dilakukan oleh kaki tangan oknum pengusaha tempat penampungan minyak CPO Desa Kesumbu Ampai Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis-Riau.

Dari pengamatan Suara Persada di daerah Duri 13 Kecamatan Mandau Kabupaten bengkalis menyebutkan, ada sekitar 4 lokasi penampungan CPO dan Inti (Carnel) di Duri 13. Dan Keseluruhan tempat penampungan tersebut, sengaja dioperasikan dekat dengan Jalan lintas Umum Simpang Bangko menuju Dumai.

Dan dari ke 4 lokasi itu, ada salah satu tempat penampungan minyak CPO yang tergolong cukup besar. Konon, tempat penampungan minyak CPO tersebut milik seorang oknum TNI AD berpangkat Sertu, berinitial Ter yang berdominisili di Dumai.

Tempat penampungan dekat simpang kantor Desa Kesumbu Ampai Duri 13 missalnya. Nyaris setiap hari ramai dimasuki mobil truk tangki pengangkut minyak CPO.

”Benar, didaerah ini, ada sekitar 4 titik tempat penampungan. Namun, dari ke 4 titik itu, hanya tempat penampungan dekat simpang kantor Desa Kesumbu Ampai itu yang paling ramai dimasuki mobil truk pengangkut minyak CPO,” ujar, seorang warga Duri 13, kepada Suara Persada, Selasa (29/09 ).

Ditanya siapa pemilik dan mulai kapan tempat penampungan beroperasi. Warga Duri 13, yang tidak mau menyebutkan namanya itu hanya berkata. ”Operasinya paling paling lebih kurang 4 bulan. Dan yang punya kalau tak salah oknum TNI AD,” ujarnya sambil berlalu meninggalkan Suara Persada, disalah satu warung dekat SPBU Duri 13.
Berbeda dengan penuturan warga Simpang Bangko. Kepada Suara Persada, warga Simpang Bangko berinitial Hs ini, justru mengelak menyebut nama oknum TNI AD yang berasal dari Dumai itu.

”Kalau masalah siapa nama pemiliknya sory dulu. Tapi, kalau masalah kegiatan dilokasi itu saya tau percis,” ungkap Hs, seraya menyebutkan, kalau aktivitas jual beli minyak antara pemilik lokasi dengan oknum oknum supir nakal pengangkut minyak CPO, berjalan atas kesepakatan oknum supir yang masuk dan pengelola lokasi.

“Setahu saya, transaksi jual beli itu terjadi, atas kespakatan kedua belah pihak. Biasanya, sebelum si oknum supir membelokkan mobilnya ke lokasi, si oknum supir, telah terlebih dahulu konfirmasi, menyangkut harga per gelang kepada kasir atau kepala operasi yang ada dilokasi itu,” papar Hs, seraya mengaku, kalau dirinya pernah dipercayakan seseorang mengelola satu tempat penampungan minyak CPO di Kecamatan Mandau.

Berbeda dengan Ter, Oknum TNI AD yang beralamat di sekitar Wilayah Dumai ini, saat dikonfirmasi terkait kebenaran informasi di Duri 13. Ter justru berkelit. ”Tidak benar, saya tidak ada buka usaha penampungan minyak CPO di Duri 13,” kilah oknum TNI AD berinitial Sertu Ter, dengan nada singkat, menjawab pertanyaan Suara Persada.

Sementara, Komandan Koramil Tanah Putih, Kapten Alpareji, saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan keterlibatan seorang oknum anak buahnya, dalam permainan bisnis penampungan minyak CPO ilegal di Duri 13. Alpareji, justru mengharapkan kedatangan wartawan ke kantornya.

”Maaf kalau masalah itu saya belum tau. Dan saya baru dengar informasi dari anda. Dan kalau anda ada waktu, datang lah sekali kali ke markas saya ini,” ujar Komandan Koramil Tanah Putih ( Rohil ), menjawab pertanyaan wartawan.

Sementara, Kapolsek Bengkalis, Kompol Taupiq, saat hendak ditemui dan dikonfirmasi menyangkut legalitas seluruh tempat penampungan CPO dan Inti di Duri 13, belum berhasil dimintai keterangan. Bahkan, saat diupayakan untuk konfirmasi via telepon selulernya, nomor yang dihubungi berbunyi, ”Maaf, nomor yang anda tuju berda diluar jangkauan,” ujar bunyi balasan yang dihubungi wartawan Suara Persada, Selasa ( 29/09 ).**(Mulak Sinaga)

Tinggalkan Balasan