Beranda Breaking News Dalami Korupsi Waterfront City, Apakah akan Ada Tersangka Baru ?

Dalami Korupsi Waterfront City, Apakah akan Ada Tersangka Baru ?

148
0

JAKARTA, SUARAPERSADA.com – Penahanan dua tersangka korupsi Jembatan Waterfront City Bangkinang Kabupaten Kampar tahun anggaran 2015-2016 diperpanjang dari 19 Oktober hingga 27 November 2020.

Plt juru bicara KPK, Ali Fikri, Kamis (15/10/2020) melalui pesan singkat mengatakan, “perpanjangan ini lumrah dilakukan guna melengkapi berkas penyidikan,” ujarnya.

Ditambahkannya,”saat ini penyidik sedang melakukan pengembangan kemungkinan pihak-pihak lain yang terlibat dalam perkara ini,” tegasnya.

Secara rinci, Fikri menyebut, untuk tersangka Adnan (ADN) dan Tersangka I Ketut Suarba (IKS) yang sejak awal ditahan di Rutan Cabang KPK Gedung Merah Putih, akan ditempatkan di Rutan yang sama.

Kedua tersangka ditahan dalam dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) terkait pembangunan Jembatan Waterfront City tahun anggaran 2015-2016 di Kabupaten Kampar, Riau.

Baca : Tak Tersentuh KPK, Indra Pomi Bersih ?

Adnan sendiri saat itu menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas PUPR Kabupaten Kampar, sedangkan I Ketut Suarba adalah Manajer Wilayah II PT Wijaya Karya. Keduanya diduga telah merugikan keuangan negara hingga Rp. 50 Miliar.

“Untuk kepentingan penyidikan, tersangka ADN dan IKS ditahan di rutan KPK masing-masing selama 20 hari terhitung sejak 29 September 2020 hingga 18 Oktober 2020,” kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di gedung KPK, Jalan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (29/9).

Sementara itu, Indra Pomi yang saat ini telah menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR kota Pekanbaru ketika dihubungi media ini, tidak merespon.

Seperti diberitakan sebelumnya, Indra Pomi menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran saat dugaan korupsi ini mencuat**(Batara)

Tinggalkan Balasan