Bupati Rohil H Suyatno Terima Audiensi Hipemarohil dan Masyarakat Terkait Sejumlah Isu  

0
849

ROHIL, SUARAPERSADA.com – Bupati Rokan Hilir Provinsi Riau H Suyatno menerima perwakilan mahasiswa dari Hipemarohil dan masyarakat dikediamannya di Jalan Madrasah Kelurahan Bagan Timur, Kecamatan Bangko, pada Selasa (21/11/2017) sekitar pukul 19.00 WIB. Guna membahas sejumlah isu.

Adapun sejumlah isu yang dibahas, yakni terkait wacana pemberhentian 13.450 tenaga honorer dilingkungan Pemkab Rohil, pembayaran gaji dari 2 bulan menjadi 5 bulan, mendata dan menarik mobil dinas dan segera melakukan lelang, dihentikannya aktifitas PT APSL diwilayah Putat.

Menanggapi hal tersebut Bupati Rokan Hilir H Suyatno yang menggunakan baju gamis serba putih tersebut berpesan kepada tenaga guru agar tetap bekerja seperti biasa jangan terpengaruh dengan isu-isu yang belum jelas asal usulnya.

Dalam hal ini Pemkab Rohil akan tetap memperhatikan nasib para guru swasta dan meminta sama-sama berdoa agar agar anggaran dari pemerintah pusat segera masuk ke kas daerah. Terkait gaji honor saat ini Pemkab Rohil hanya dapat membayarkan gaji honor selama 2 bulan saja karena keterbatasan kas daerah saat ini.

Terkait pemberhentian tenaga honor sebanyak 13.450 orang, pihak Pemkab Rohil akan mendata ulang dan mengevaluasi kembali tenaga honorer yang ada sehingga apabila ditemukan yang tidak aktif maka pihaknya dengan terpaksa akan memberhentikan.

Sedangkan terkait dengan perizinan dan penanganan lahan di Putat menurut Bupati itu sudah diambil alih oleh krimsus Polda Riau untuk menyelesaikan lahan tersebut. Bupati juga mengatakan kedatangan para perwakilan mahasiswa dan masyarakat merupakan ke kediamannya merupakan bentuk silaturahmi dan secara kekeluargaan.

Sementara terkait dengan PT APSL di Pujud agar dihentikan aktifitasnya, H Suyatno mengatakan, pihak Pemda Rohil tidak bisa menghentikan kegiatan PT APSL karena perusahaan tersebut memiliki legalitas surat atas kepemilikan tanah serta dari masyarakat walaupun sebagian tanah mereka masuk wilayah Rohil dan sebagian lagi masuk wilayah Rokan Hulu. Namun demikian pihaknya akan menindaklanjuti permasalahan tersebut.

Untuk itu Bupati meminta kepada kepada masyarakat agar tidak terlalu cepat mendengar informasi yang belum tentu kebenarannya.

Dikatakan, Pemkab Rohil juga sudah membahas dari sebelumnya bukan karena ada aksi dari Hipemarohil. Sementara itu Kepala BPKAD Syafruddin menambahkan, saat ini dana yang ada di kas daerah hanya sebesar Rp 231 milyar yang di dalamnya ada dana DD (dana desa), DAK (dana alokasi khusus) dan dana ATK (alat tulis kantor), yang menurutnya dana itu tidak bisa dipergunakan untuk yang lain.

Mendapat penjelasan yang disampaikan langsung oleh Bupati Rokan Hilir H Suyatno, akhirnya perwakilan mahasiswa Hipemarohil dan masyarakat menerima keputusan itu dan akan menjelaskannya kepada masyarakat.

Dalam pertemuan itu turut hadir Anggota DPRD Rohil Rasyid Abizar, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda Suhaimi, Kepala DPMPTSP Acil Rustianto, Kapolsek Bangko Kompol Agung Triadi Yanto SIK, Kasat Intelkam Polres Rohil AKP Pantun Banjar Nahor S. Sos, Kepala BKAD Syafruddin, Kepala Bagian Humas dan Protokol Hermanto S.Sos, Kanit Reskrim Polsek Bangko Iptu D Raja Putra Napitupulu.

Sementara Hipemarohil dihadiri oleh Abu Nawas, Nur Latif, dan Wawan Setiawan. Masyarakat Putat dihadiri oleh Naji, masyarakat Bagansiapiapi dihadiri oleh Andi Saputra. Pertemuan singkat yang dilakukan oleh mahasiswa Hipemarohil dan masyarakat Putat dan masyarakat Bagansiapiapi itu berlangsung mencair.**(wis)

Tinggalkan Balasan