PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Ditengah kesibukan pemerintah dalam menanggulangi kabut asap dan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terkena penyakit ISPA, yang tentunya sangat membutuhkan listrik. Namun entah kenapa, PLN ikut ikutan berulah dengan pemadaman listrik hingga empat kali sehari.
Hal ini dikeluhkan salah seorang warga Panam, Nur (31) mengaku pemadaman yang dilakukan PLN sudah sangat keterlaluan dan telah menyiksa masyarakat. Dirinya yang juga saat ini tengah hamil tua mengaku sesak nafas dan kewalahan akibat pemadaman yang dilakukan PLN hingga 4 kali sehari.
Menyikapi peristiwa ini, DPRD Pekanbaru jadi berang. Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Romi Amri,SH mengaku heran dengan tindakan PLN yang melakukan pemadaman listrik bak minum pil. “Kita akan panggil PLN untuk hearing,” tegasnya.
Menurut Roni Amri, berdasarkan hasil rapat Komisi IV, telah diputuskan memanggil PLN guna mempertanyakan berkaitan pemadaman yang dilakukan ditengah persoalan kabut asap yang semakin tebal. Mereka kita panggil pada hari Rabu tanggal 28/10 pukul 09.00 WIB, tegasnya Roni kepada awak media, Selasa (27/10).
“Dalam hearing nanti bersama PLN juga akan ketahuan apakah pemadaman terjadi akibat ketidakmampuan menagement PLN menyikapi persoalan listrik di Pekanbaru atau memang ada persoalan keterbatasan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada,” ujarnya.
Manager PLN Kota Pekanbaru, Agustiar yang dikonfirmasi melalui pesawat selulernya, mengaku telah menerima undangan dari DPRD kota Pekanbaru. Dan menyatakan siap untuk menghadiri undangan sesuai jadwal, terangnya.
Dijelaskan Agustiar, PLN dalam melakukan pemadaman listrik secara bergiliran tentunya punya alasan. “Nanti dalam hearing akan kita jelaskan kepada DPRD Pekanbaru,” pungkasnya.**(jsn)
















































