Seputar Lolosnya 268 Kg Sabu dari Pelabuhan, KPPBC Dumai “Tertutup” Dikonfirmasi !

0
414

DUMAI, SUARAPERSADA.comHingga berita ini kembali di lansir, Crew Wartawan suarapersada.com belum mendapat keterangan resmi dari pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) soal proses tindak lanjut pengembangan, siapa jaringan dibalik lolosnya Sabu 268 kg itu dari Malaysia hingga sampai ke salah satu gudang sembako di Dumai.

Crew wartawan termasuk suarapersada.com mencoba menemui Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Dumai, Puguh Wiyatno, namun crew wartawan media ini belum berhasil menemui Puguh dengan alasan dari pihak PLI, pimpinannya masih sedang rapat.

Sementara itu, awak media ini mencoba menemui Kasi P2 BC, Aji Supangkat, tadi siang, Selasa (27/10), hal yang sama belum dapat ditemui dengan alasan, kalau Kasi P2, Aji Supangkat, masih melayani tamu diruangannya. “Pak Aji Supangkat, masih ada tamu pak”, ujar M.F.Hafizh seraya mempersilahkan crew wartawan menunggu atau tidak.

Terkait terendusnya sabu 268 kg di Medan oleh BNN itu, petinggi di KPPBC Dumai, tampak “super sulit” ditemui wartawan, tidak seperti oknum pengusaha tampak tidak ada hambatan alias mulus-mulus saja saat menemui petinggi BC itu sebagaimana kemarin (Senin 26/10), di kantor BC Dumai disaksikan crew media ini.

Dimana dua orang oknum pengusaha Sembako Dumai, kemarin, dengan “mulusnya” tampak melenggang saja naik ke lantai dua kantor BC itu. Akan tetapi, awak media itu tidak mengetahui, apakah dua orang pengusaha ternama tersebut akan menemui Kepala Kantor BC, Puguh Wiyatno, atau menemui Kasi P2, Aji Supangkat.

Crew wartawan yang sebelumnya sudah lama menunggu hendak menemui Kakan BC dan Kasi P2 itu, tidak mengetahui pasti siapa akan ditemuinya dan tidak diketahui juga kepentingan apa dua orang oknum pengusaha sembako tersebut menemui petinggi di KPPBC itu.

Sementara dalam kesempatan itu juga, Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI), Sarminto, yang sempat ditemui awak media ini didepan ruang kantornya terkesan tidak bersedia ditemui wartawan. Melalui staf PLI, Hafizh, suarapersada.com mencoba minta bertemu dengan Sarminto. Namun Sarminto tampak mengelak untuk ditemui. Sarminto saat itu langsung berlalu keluar dari ruang kantor PLI dengan alasan sibuk.

Crew media ini hendak konfirmasi seputar keberadaan sabu 268 kg yang “lolos” dari kapal hingga ke salah satu gudang di Bagan Besar, Kota Dumai. Hal ini menjadi sorotan hangat ditengah-tengah publik.

Malihat fenomena itu, perlu dipertanyakan, apakah pihak BC Dumai turut serta melakukan pengembangan/penyelidikan di lingkungan internal BC, dan apakah ada keterlibatan oknum-oknum BC Dumai, dibalik lolosnya sabu 268 kg itu, ini perlu diungkap, demikian pertanyaan public yang santer berkembang di Kota Dumai. **(Tambunan)

Tinggalkan Balasan