PRT Asal Batubara ini ‘Ngaku’ Disiksa Majikan

0
449

MEDAN, SUARAPERSADA.com – Seorang pembantu rumah tangga (PRT), Permata Hati (16), warga Kampung Pasir-pasir, Desa Binjai Baru, Kecamatan Talawi, Batubara, melaporkan majikannya, Sari, pengusaha reflexi anak, di Jalan Yoserijal Medan, ke Polsek Medan Kota,  Selasa (13/10) kemarin sekira jam 16.00 Wib. Permata menuding sang majikan telah menyiksanya.

Menurut Heri, tunangan korban, awalnya Permata Hati kerja sebagai PRT di Medan dibawa oleh Tumiyah (40), warga Kampung Sukarame, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara.

Waktu itu, Senin (05/10), Tumiyah menawari Permata kerja dan dibawa ke rumah Sari. Pertama kerja saja, kata Heri, kalau salah sedikit, sang majikan langsung main pukul. Tiga hari kerja, sudah tak tahan.

“Jadi pacar saya itu sempat menelpon Tumiyah, minta dijemput karena tak tahan. Habis nelpon, handphonenya langsung disita sama majikannya itu (Sari…red). Untungnya Tumiyah tetap datang dan jemput pacarku itu. Kalau nggak salah, itu tanggal 07 Oktober lalu,” kata Heri kepada wartawan, di Polsek Medan Kota.

Dia menyebutkan, waktu menjemput itu Sari minta ganti rugi uang transport kepada Tumiyah. Permintaan itu dipenuhi Tumiyah.

Sayangnya, soal laporan Permata Hati yang didampingi Tumiyah di Polsek Medan Kota, belum tentu juga diterima polisi. Pasalnya, luka-luka yang katanya hasil siksaan majikannya itu sudah hilang.

Hal itu disebutkan Zahir, anggota Komisi E DPRD Sumut, yang turut mendampingi Sari ke Polsek Medan Kota.

“Saya datang ke sini memberikan pendampingan kepada korban, karena korban adalah konstituen saya. Saya dari daerah pemilihan Asahan dan Batubara. Masalah ini menurut saya, harus diselidiki sampai tuntas, sehingga pelaku bisa diberikan hukuman yang seberat-beratnya sesuai peraturan. Namun sangat disayangkan, kenapa terlalu lama membuat laporannya. Tadi sewaktu saya dampingi di ruang Juru periksa (Juper), luka-lukanya sudah tidak ada. Jadi agak sulit menetapkan tersangka, karena tak ada hasil kekerasannya. Itu juga tadi hasil komunikasi dengan pihak polisinya,” papar politisi PDI-P itu.

Kendati begitu, Zahir berharap agar petugas tetap memanggil dan memeriksa majikan korban. Dia pun menegaskan, persoalan ini harus menjadi perhatian serius Pemkab serta jajaran Polres Batubara.

“Ini tanggung jawab Pemkab dan Kapolres Batubara. Karena selama ini, pemerintah tak peduli dengan masalah-masalah seperti ini,” ucapnya.**Win

Tinggalkan Balasan