MEDAN, SUARAPERSADA.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumatera Utara (Sumut), Gus Irawan Pasaribu, diperiksa Subdit I/Keamanan Negara (Kamneg) Dit Reskrimum Polda Sumut.
Gus Irawan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai terlapor menyangkut kasus dugaan pemberian mahar politik di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Toba Samosir, yang dilaporkan oleh mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Tobasa sekaligus Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tobasa, Asmadi Lubis.
“Intinya si Asmadi sebagai pelapor, sudah diminta keterangannya. Saya dituduhnya melakukan penipuan dan penggelapan mahar politik. Intinya satu saja, itu tidak ada,” ungkap Gus Irawan, kepada wartawan, usai menjalani pemeriksaan di Poldasu, Selasa (06/10).
Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Bank Sumut ini mengatakan, penyidik mencecarnya dengan 16 pertanyaan seputar mahar politik senilai Rp 600 juta seperti yang dituduhkan kepadanya oleh Asmadi Lubis.
“Ada 16 pertanyaan, ya terkait itu (mahar politik …. red). Ada pernyataan saya, bahwa saya akan memperjuangkan untuk Asmadi. Kalau itu benar karena, memang semua kader saya dukung, saya perjuangkan. Kader-kader itu semua lolos, pertanyaannya, kenapa ini (Asmadi-red) nggak lolos. Karena ini, dia nggak mampu membawa partai pendukung koalisi yang lain. Karena dirinya nggak cukup mendukung sendiri, gitu !” terangnya.
Disinggung soal laporan baliknya terhadap Asmadi Lubis di Polda Sumut, atas kasus dugaan pencemaran nama baik, Gus Irawan mengaku, dia juga sudah diperiksa oleh penyidik Subdit II/Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Sumut.
“Itu pun saya sudah dimintai keterangan. Kalau itu cyber crime, pencemaran nama baik melalui media, baik facebook, media online dan elektronik,” akunya.
Ditanya apakah atas laporannya itu, Asmadi selaku terlapor sudah menjalani pemeriksaan, Gus Irawan mengaku tidak mengetahuinya.
“Saya nggak tahu soal itu (pemanggilan Asmadi oleh Poldasu-red)” ucap adik kandung calon Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Syahrul Pasaribu ini.**Win



















































