PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Setelah memperpanjang status pencemaran udara akibat kabut asap hingga 14 hari ke depan, Senin (28/9/2015). Plt Gubernur Riau H. Aryadjuliandi Rachman menggelar acara ramah tamah untuk berdiskusi dengan pimpinan redaksi (pimred) media massa Lokal, serta koresponden media massa Nasional yang setiap harinya bertugas meliput di provinsi Riau.
Acara yang dilaksanakan di rumah dinas Plt Gubernur Riau, jalan Sisingamaraja Pekanbaru, Senin (28/9/2015) malam, dihadiri Pimpinan redaksi (pimred) dan koresponden dari berbagai media cetak, elektronik, dan online.
Dalam pemaparanya Plt Gubri menegaskan kepada kepala satuan kerja yang terkait dengan bencana asap di provinsi Riau agar memberikan informasi yang dibutuhkan rekan-rekan media massa yang bertugas meliput bencana kabut asap yang terjadi di provinsi Riau.
‘’Saya tegaskan berulang kali kepada kepala dinas agar memberikan informasi yang akurat, dan jelas kepada rekan-rekan wartawan, jangan ada yang ditutup-tutupi lagi,’’ tegas Plt gubri.
Plt Gubri menyadari menyadari kalau informasi yang disampaikan ke media belum optimal sampai di tengah-tengah masyarakat, karena informasi yang diperoleh media pun belum maksimal.
Dengan adanya keterbukaan informasi publik diharapkan pemerintah provinsi Riau dapat berkoordinasi dengan media massa, agar pemberitaan yang sampai dimasyarkat tidak membuat bingung atau meresahkan masyarakat, dan peran pentingnya media sangat dibutuhkan dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.
Melihat kondisi Riau yang masih diselimuti asap yang pekat dan disertai pemadaman listrik bergilir, Plt Gubernur Riau mengaku bahwa dia telah memanggil pihak manajemen PLN Riau. Ini terkait adanya pemadaman listrik yang dikeluhkan masyarakat di saat kabut asap pekat.
“Ini menjadi perhatian saya terkait pemadaman listrik. Saya turut prihatin adanya pemadaman listrik di saat kita dikepung asap,” kata Plt Gubri.
Plt Gubri Menjelaskan, pihak PLN Riau menyebutkan bahwa saat ini memang terjadi pengurangan daya. Alasannya karena ada pembangkit yang rusak. Termasuk debit air PLTA Koto Panjang di Kampar yang menurun.
Dalam pemaparan PLN ke Plt Gubernur Riau, disebutkan bahwa pemadaman terjadi dalam hitungan 4 hari sekali dengan durasi 2 jam.
“Saya terus terang saja, sangat prihatin dengan kondisi kita saat ini. Kiranya persoalan pemadaman bergilir ini bisa segera teratasi, Ini yang akan kita pantau bersama ” kata Plt Gubri.
Sehari sebelumnya, Minggu (27/9/2015) untuk mencari solusi dalam penanganan kabut asap yang terjadi provinsi Riau, Plt Gubri juga telah mengumpulkan seluruh Rektor dari Universitas terkemuka di Riau. Pertemuan di kediaman dinas Plt Gubernur Jalan Sisingamangaraja tersebut juga memaparkan tentang upaya-upaya dalam mencegah terjadinya kembali kabut asap.
Plt Gubri mengatakan akan menampung semua solusi-solusi atau masukan-masukan yang disampaikan. “Semua masukan akan kita tampung dan akan kita bahas dengan satuan kerja (satker) masing-masing dinas terkait,” ujar Plt Gubri.
Sampai saat ini provinsi Riau masih diselimuti kabut asap yang pekat yang mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat, menurut data dari BMKG kabut asap ini merupakan kiriman dari provinsi Sumatera selatan (sumsel), dan provinsi Jambi. Sejak 3 minggu terakhir sampai saat ini Riau minim titik api.(rls)



















































