MEDAN, SUARAPERSADA.com – Hati-hati jika masuk di kota metropolitan Medan, pasalnya di setiap penjuru kota medan ini aksi kejahatan seperti jambret maupun begal semakin merajalela. Korbannya-pun tak pandang bulu, semua disikat habis jika ada kesempatan.
Seperti yang terjadi terhadap dua turis asal Prancis, Nicola (29) dan Marry (27), yang menjadi korban penjambretan di depan kantor DPRD Sumut, mengaku tidak menyangka telah menjadi korban aksi kejahatan.
“Saya kira orang indonesia ramah dan penuh senyuman. Atas kejadian ini, tentu membuat saya sangat sedih,” kata Marry dalam bahasa Inggris, kepada suarapersada.com.Selasa (01/09).
Dijelaskannya, mereka tiba di Medan pada Minggu (30/08) lalu. Sesampainya di Medan, kedua pasangan ini menginap di rumah singgah, Jalan Sisingamangarja, Tanjung Morawa.
“Tujuan saya memang di Medan saja, gak kemana-mana, mau berkeliling saja menikmati suasana kota,” sambungnya.
Saat membuat laporan, kedua turis itu enggan untuk diperiksa secara intensif, dan meminta untuk membuat laporan kehilangan saja.
Catatan wartawan, aksi perampokan terhadap turis asing semakin marak terjadi di Kota Medan. Dalam periode Januari hingga Agustus 2015, sedikitnya ada lima kasus perampokan yang di alami Warga Negara Asing (WNA) di ibukota Sumatera Utara ini.
Namun, hingga kini, petugas Polresta Medan belum mampu meringkus pelaku kejahatan yang kerap memangsa turis asing.
Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto sebelumnya mengatakan, pihaknya akan mengundang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk membahas solusi agar tidak banyak WNA yang dirampok.**Win



















































