PEKANBARU, SUARAPERSADA. com- Pembangunan Pedestrian dan trotoar jalan protokol kota Pekanbaru disambut baik oleh masyarakat. Alhasil, selain mempercantik kota Pekanbaru juga dalam rangka mensukseskan program integrasi angkutan umum dan pengendalian kualitas udara di Kota Pekanbaru.
Kehadiran pedestrian dan trotoar yang nyaman dan memadai mendorong warga lebih mengutamakan berjalan kaki maupun menjadi tempat wisata.
Hal ini dikatakan oleh Irfan, salah seorang mahasiswa Inilak Pekanbaru yang tengah manfaatkan Kursi yang tersedia di Trotoar jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru. Menurutnya, dengan dibangunnya Trotoar serta tersedianya beberapa fasilitas sangat membantu masyarakat kota Pekanbaru ataupun wisatawan. Baik untuk istirahat sore hingga malam hari, juga untuk sarana olahraga jalan kaki, ujarnya.
Meski begitu, bangunan tersebut juga harus diiringi dengan perawatan dan pengawasan. Karena, jika tidak, kondisi tersebut tidak bertahan lama. “Ya harus dirawat dan dijaga juga bersama-sama. Karena kadang ada saja yang suka merusak fasilitas yang ada,” sebutnya.
Rudisulastio, warga kota Pekanbaru yang tengah berjalan kaki di trotoar Jalan Gajah Mada (Samping Kejati Riau), sangat mengapresiasi program Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Dengan di revitalisasi nya Pedestrian dan Trotoar ini, tampak kawasan Jalan protokol menjadi indah dan nyaman.
“Saya dari RS Bhayangkara menuju Kantor Pajak, bisa dengan berjalan Kaki, tak mesti naik kenderaan. Sambil olahraga dan bisa sampai dengan cepat. Jelang kantor buka, kita bisa istirahat dengan santai di kursi yang tersedia,” akunya.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah IV Provinsi Riau Dan Kepulauan Riau (BPTD IV Riau-Kepri) melalui petugas Humas, Ario yang dikonfirmasi terkait pembangunan Pedestrian dan Trotoar di kota Pekanbaru. Melalui pesan Whatsapp nya mengatakan, Pembangunan Trotoar tersebut
merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan.
Untuk tahun 2021 dilaksanakan pembangunan pedestrian Jalan Sudirman Pekanbaru sepanjang 1.200 M yang dimulai dari simpang Jalan Kartini sampai dengan simpang Jalan Gajah Mada dan terakhir sampai simpang Jalan Patimura, urainya.
Menurut Ario, adapun fasilitas yang tersedia berupa, Kursi Taman, Lampu Taman dan Tong Sampah bagi pejalan kaki, terangnya.
Ia menjelaskan, revitalisasi trotoar dilakukan untuk mendukung program integrasi angkutan umum dan pengendalian kualitas udara di kota Pekanbaru. Kehadiran trotoar yang nyaman dan memadai diyakini mampu mendorong warga lebih mengutamakan berjalan kaki, khususnya penyandang disabilitas Tunai Netra. Trotoar juga dapat sebagai sarana transportasi umum, baik dari dan menuju tempat kerja maupun tempat wisata. Selain itu, dengan memanfaatkan trotoar dapat mengurangi kemacetan lalu lintas, pungkasnya. (jsR).




















































