Kadis LH Dumai : Asap Hitam Pekat Dari Cerobong Pabrik PT NPL Masih Dibawah Baku Mutu

0
1633
Asap Pekat Hitam Yang Menyebur Dari PT. NPL

DUMAI, SUARAPERSADA.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai, Satrio Wibowo AP. M.Si mengakui bahwa asap hitam yang membumbung keluar dari Cerobong pabrik refinery CPO milik PT Nagamas Palmoil Lestari (PT NPL) kwalitasnya masih dibawah baku mutu dipertanyakan publik.

“Sejauh ini, laporan swapantau yang kami terima masih dibawah baku mutu”, ujar Satrio Wibowo, menanggapi konfirmasi media ini seputar keresahan warga soal asap yang menghitam pekat keluar dari cerobong pabrik refineri PT NPL.

Baca Juga : Johannes MP Tetelepta. SH. MM : “Cerobong Pabrik Yang Terbukti Mencemari Udara Harus Dilakukan Penegakan Hukum”

Satrio Wibowo mengatakan, bahwa pihak PT Nagamas sudah mengirimkan surat pemberitahuan ke pihaknya bahwa boliler NPL yang beroperasi hanya 01 dan itupun kondisinya tidak optimal sedangkan boiler 02 sedang dalam perawatan.

“Terkait hal itu kami sudah lakukan pemantauan saat pelaksanaannya sehingga asap hitamnya tidak jangka lama dan dampaknya tidak melewati baku mutu”, terang Satrio Wibowo saat dikonfirmasi media ini lewat nomor phonselnya.

Sementara itu, apa yang disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai Satrio Wibowo menyebut kalau asap hitam pekat keluar dari cerobong pabrik pengolahan CPO milik PT NPL  kualitasnya masih dibawah baku mutu disayangkan sejumlah pihak di Kota Dumai bahkan dipertanyakan.

Baca Juga : “Terkait Asap Hitam PT. NPL” Statement Kadis LH Dumai Dipertanyakan

Kenapa demikian, karena apa yang disampaikan Satrio Wibowo yang menyebut asap hitam dari cerobong perusahaan dimaksud diduga tanpa menguji dan menganalisis asap hitam dan emisi buang cerobong perusahaan itu.

“Apakah pihak dinas lingkungan hidup Kota Dumai sudah menguji atau mengambil sampel untuk mengetahui kualitas udara di sekitar perusahaan dan pemukiman disini”, tantang salah seorang narasumber media ini seakan menyikapi dan bertanya soal statemen Kepala Kantor Dinas Lingkungan hidup Kota Dumai tersebut.

Menurut sumber media ini menduga, bahwa instansi terkait di Kota Dumai kusunya Dinas Lingkungan hidup kurang memperhatikan kualiatas udara ambien khususnya di wilayah pelabuhan Pelindo 1 Cabang Dumai. Dimana wilayah pelabuhan Pelindo 1 Cabang Dumai merupakan wilayah yang dipenuhi oleh pabrik industri pengolahan CPO.

Sumber media juga mempertanyakan dinas lingkungan hidup Kota Dumai apakah dinas LH pernah mengambil sampel udara ambien didaerah pemukiman penduduk sekitar wilayah pelabuhan industri Pelindo 1 Cabang Dumai yang dapat berdampak konsentrasi dan paparan pencemaran udara akibat emisi cerobong pabrik, ujar sumber mengulangi pertanyaannya.

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, asap menghitam pekat membumbung keluar dari cerobong PT NPL sudah sejak hari Jumat (3/7-2020) sepekan lalu.

Baca Juga : dr. M.Hafidz Permana : Asap Berwarna Hitam Dari PT. NPL Berdampak Bagi Kesehatan Manusia

Kondisi asap dari cerobong perusahaan tersebut terkadang membumbung lurus keatas langit namun terkadang asap tampak terbawa arus angin mengarah ke pemukiman penduduk warga sekitar Jalan Datuk Laksamana yang merupakan ring satu di wilayah pelabuhan Pelindo 1 Cabang Dumai.

Pantauan media ini di kawasan pelabuhanPelindo 1 Cabang Dumai, bahwa asap berwarna hitam pekat dari pabrik Nagamas menghiasi udara sekitar perusahaan dan juga terkadang mengarah kepemukiman warga berlangsung hingga jumat (10/7-2020),  asap terkadang tampak keluar mengecil.

Kondisi itu akan berdampak bagi lingkungan hidup dan meresahkan para warga sekitar wilayah pelabuhan (ring satu) karena asap pabrik berwarna hitam tersebut sudah menjadikan polusi udara yang berdampak pada kesehatan manusia.

Sebagaimana disampaikan dokter umum di Kota Dumai, dr Hafidz Permana menyebut bahwa asap berwarna hitam dari cerobong pabrik mengandung Carbon monoksida yang tinggi.

Carbon monoksida yang tinggi memiliki dampak kepada kesehatan organ Paru dan sistem organ saluran napas manusia bahkan dapat mengakibatkan iritasi pada jalan nafas sehingga menimbulkan sakit tenggorokan dan batuk-batuk.

Bisa menimbulkan peradangan pada jaringan paru atau juga bisa menjadi pemicu terjadinya serangan asma atau serangan sesak nafas pada penderita gangguan paru kronik.

  1. Namun demikian kata Hafidz, asap berwarna hitam tersebut harus jelas kajiannya mengandung apa saja, kata dr Hafidz Permana, menyikapi asap hitam dari industri pengolahan minyak kelapa sawit tersebut. (Tambunan)

Tinggalkan Balasan