
PEKANBARU, SUARAPERSADA. com- Sekolah Tinggi Agama Islam Ar Ridho Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir mendapat kepercayaan dari Gubernur dan Kapolda Riau untuk melakukan deklarasi pencegahan bersama Karhutla di Propinsi Riau, Kamis (30/1).
Acara dekarasi yang berlangsung di Purna MTQ Riau Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru tersebut, dihadiri Ketua STAI Ar Ridho Bagansiapiapi, Budi Setiawan, M.Pd dan enam perguruan tinggi lainnya di Provinsi Riau diantaranya, Universitas Riau, UIR, Unilak, UMRI dan UIN Suska Riau.
Deklarasi pencegahan Karhutla yang di prakarsai oleh Kapolda Riau Agung Setya Iman Effendi ini juga dihadiri oleh Gubernur Riau Drs Syamsuar M.Si, Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau, seluruh unsur dan tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan itu Ketua STAI Ar Ridho Bagan Siapi api. Budi Setiawan, M.Pd mengatakan STAI Ar Ridho Bagansiapiapi mendapatkan kepercayaan dan menjadi bagian dari deklarasi pencegahan bersama kebakaran hutan dan lahan di di Provinsi Riau.
Budi berharap, dengan adanya MoU antara Kapolda Riau dan Perguruan Tinggi (PT) mampu memberikan sumbangsih terhadap pencegahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsin Riau seperti apa yang telah disampaikan oleh Kapolda Riau.
Dalam arahan dan pemaparannya, Kapolda Riau Agung Setya Iman Effendi mengatakan, bahwa peran serta Perguruan Tinggi sangat penting dalam rangka mencegah kebakaran hutan dan lahan sehingga kontribusinya sangat diharapkan dalam upaya secara bersama-sama melakukan upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau, terangnya.
“Jika kita kompak dan bersama-sama saling berkoordinasi saya yakin dan percaya tingkat kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau dapat kita atasi secara bersama,” pungkas Kapolda Riau.
Sementara itu Gubernur Riau Drs. Syamsuar, M.Si sangat optimis tahun ini mampu mengatasi kebakaran lahan dan hutan di wilayah Riau mengingat seluruh element masayarakat Riau bersatu untuk menjaga langit di bumi Melayu ini tetap biru.
Gubernur Syamsuar berujar, kehadiran relawan dari mahasiswa juga mampu memberikan kontribusi positif terhadap penanganan karlahut secara langsung serta didampingi dengan kesadaran masyarakat agar tidak membakar lahan dan hutan.
“Karena jika itu terjadi sangat menganggu kesehatan dan perekonomian masyarakat Riau,” kata mantan Bupati Kabupaten Siak tersebut.
Deklarasi tersebut ditandai dengan meresmikan Posko penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan yang menjadi pusat komando untuk mengatasi kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau. Di Posko penanggulangan karlahut ini tersedia tempat pelatihan untuk para relawan pemula, yang dilengkapi dengan jaringan fasilitas wife.
Dengan adanya aplikasi lancang kuning dasboard yang dapat memberikan informasi yang akurat tentang titik hotspot sehingga kebakaran lokasi titik api dapat terdeteksi secara cepat melalui satelit sehingga aplikasi ini juga mampu memetakan wilayah mana saja yang terbakar.
“Aplikasi ini sangat membantu untuk mengetahui dan mengatasi karhutla secara cepat diwilayah Provinsi Riau,” jelas Gubernur Syamsuar. (rls/man).




















































[…] Baca juga : Cegah Karhutla : STAI Ar Ridho Deklarasi Bersama Kapolda Riau Dan Gubri […]