
ROHIL, SUARAPERSADA.com – Ramlan, (58) seorang warga Jalan Bawal Bagansiapiapi di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau tewas setelah disambar petir saat melaut di wilayah perairan Tanjung Mangsi, Provinsi Sumatera Utara.
Informasi yang didapat, Selasa 28 Mei 2019, menyebutkan pada hari Selasa tanggal 28 Mei 2019 sekira pukul 03.12 WIB telah meninggal dunia nakhoda kapal nelayan, akibat tersambar petir didalam kapal milik Hwa Tjuan warga Jln udang kepenghuluan Panipahan kec. Palika dengan nomer kapal No kapal : S 27 No. 1638 GT. 07
Sedangkan identitas korban bernama Ramlan, Umur 58 Tahun, Agama Islam, Pekerjaan Nelayan, Alamat Jl Bawal bagan siapi api kec bangko.
Kejadian tersebut disaksikan beberapa anak buah kapal antara lain :
Nama. : Amin, Umur 21 Tahun, Agama Islam, Pekerjaan Nelayan, Alamat Jl Bawal bagan siapi api kec bangko.
Nama : Arif, Umur 29 Tahun, Agama Islam, Pekerjaan Nelayan, Alamat kepenghuluan Panipahan kec. Palika.
Nama : Edi, Umur 40 tahun, Agama Islam, Pekerjaan Nelayan, Alamat Jl Bandar baru kepenghuluan Teluk Pulai kec. Palika
Nama : Agus salim, Umur 48 tahun, Agama Islam, Pekerjaan Nelayan, Alamat Tanjung Balai Asahan (Sumut).
Sesuai kronologis disebutkan, sekira pukul 03.12 WIB cuaca pada saat itu hujan petir diperairan Tanjung Mangsi Sumut, dalam hal ini sebagai ABK kapal baru selesai menarik jaring ikan dan memasukkan es kedalam kotak fiber ikan.
Sementara almarhum sebagai nakhoda kapal sedang duduk memegang kemudi tiba-tiba petir menyambar alat komunikasi kapal (Orari) yang terletak dibelakang almarhum, alat komunikasi terbakar dan almarhum langsung tersungkur jatuh dilantai kapal dengan mengeluarkan buih dari mulut
Kemudian, saksi A (Anak almarhum) langsung mengangkat dan memeriksa denyut nadi tangan almarhum dan sudah tidak berdetak lagi. Seluruh ABK mengambil keputusan untuk kembali pulang ke Panipahan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik kapal dan aparat atau pihak keamanan yang berwenang
Pada pukul 09.10 WIB kapal sampai dipelabuhan Panipahan dan dilakukan visum oleh dokter Puskesmas Panipahan didampingi oleh anggota Pos AL Panipahan Kopda P. Ambarita dan dinyatakan almarhum telah meninggal dunia dan murni kecelakaan akibat sambaran petir.
Kejadian ini sudah ditangani oleh Polsek Panipahan dan Airud Panipahan. Rencananya almarhum akan segera diberangkat kan kerumah duka di Jalan Bawal Bagansiapiapi di Kecamatan Bangko. Demikian dilaporkan komandan, begitulah isi rilis yang diterima para awak media dari salah satu grup whatsapp.
Untuk memastikan peristiwa tersebut, kemudian media ini mencoba mengkonfirmasi Kepala Kantor Basarnas Pekanbaru, Gede Darmada, yang disampaikannya melalui Kepala Unit SAR Bagansiapiapi, Rahmat Ramadoni, mengaku hingga kini pihaknya tidak ada menerima laporan.
“Iya ada orang tersambar petir di perairan Palika. Kita tidak ada terima laporan. Korban tadi dibawa pakai speed ke Bagansiapiapi,” sebut Rahmat Ramadoni, ketika dikonfirmasi.**(man)



















































