Kapolres Bengkalis : Sesuai Aturan Polantas Tidak Boleh Razia Ditikungan dan Tempat Rawan Kecelakaan

0
1186

DURI, SUARAPERSADA.com – Polres Bengkalis lakukan kegiatan Focus Group Discussion ( FGD) yang membahas tentang bahaya radikalisme, narkoba, kenakalan anak remaja, karlahut, dan keselamatan berlalulintas, bertempat di gedung Bathin Betuah kantor Camat Mandau, Jl.Jend.Sudirman Duri, Senin (02/10).

Hadir dalam acara itu yaitu, Kapolres Bengkalis AKBP Abas Basuni, SIK, Kasat Binmas AKP Selamet Suryadi, Kasat Narkoba AKP M.Adhi Makayasa, SIK, Humas Ipda Zulkifli beserta para perwira lainya, Kapolsek Mandau Kompol Ricki Ricardo, Wakapolsek AKP Munifal, beserta jajarannya, Plt.Camat Mandau Basuki Rachmad, AP, M.Si, Camat Bathin Solapan Iskandar, SE, para Lurah/Kades Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan, H.Anuar Ujang, Erjon Jeronimus PSMTI, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan ASN lainya.

Kapolres Bengkalis AKBP Abas Basuni, SIK dalam kata sambutannya sekaligus penyampai materi tentang keselamatan berlalulintas mengatakan, bahwa tujuan dilakukannya kegiatan FGD ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang ke 5 poin tersebut kepada ASN, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama, serta masyarakat luas di Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan.

Kapolres menegaskan di forum itu, agar ASN dan para tokoh yang hadir dapat mengimplementasikan ke masyarakat luas dari hasil diskusi itu. Dan dimintakan agar masyarakat jangan sembarangan membakar sampah apalagi ketika membuka hutan jadi lahan perkebunan, jauhi radikalisme dan narkoba ,” karena radikalisme dan narkoba adalah musuh utama di negara ini. Untuk itu, bapak/ibu sekalian supaya menjauhi paham radikalisme dan narkoba, jangan sampai terlibat didalamnya, hukumannya sangat berat untuk itu. Khususnya bagi bandar dan pengedar narkoba tuntutan hukuman bisa sampai hukuman mati, dan sudah banyak kita lihat di media televisi,” sebut Kapolres.

Kemudian, lanjut Kapolres, masalah kenakalan anak remaja, saya minta disini peran orangtua benar-benar maksimal,” berikan pencerahan kepada si anak setiap hari, dan prilaku orangtuapun harus menjadi contoh yang baik, sehingga si anak bisa menerima didikan dan pencerahan orangtua. Masalah keselamatan berlalulintas juga disini saya minta, agar masyarakat mematuhi semua aturan lalulintas, sehingga kecelakaan bisa dihindari,” jelas Kapolres.

Sementara Plt.Camat Mandau Basuki Rachmad, AP, M.Si mengatakan,” terimakasih kami ucapkan kepada Kapolres beserta jajarannya, yang telah melakukan kegiatan FGD ini, atas nama pribadi dan pemerintah Kecamatan Mandau, sangat mendukung dan apresiasi yang tinggi, semoga kegiatan ini bermanfaat bagi ASN dan masyarakat luas,” kata Plt.Camat Mandau.

Kemudian dilanjutkan diskusi sekaligus tanya jawab.Salah satu peserta memohon kepada polisi agar menindak tegas para pelaku balapan liar.

Iptu Zaenal mewakili Satlantas mengatakan, kalau pihaknya selalu mengawasi dan merazia balapan liar, tetapi sering tidak jumpa dilapangan.Kami terkadang ada kesibukan/tugas ditempat lain, sehingga kami tidak bisa terus setiap malam melakukan pengawasan dan merazia para pebalap liar.Dalam hal ini kami minta peran orangtua untuk mengawasi anaknya, supaya tidak terlibat balapan liar,” pinta Zaenal.

Kapolsek Rikcy Ricardo menambahkan,” kami minta kepada orangtua memperhatikan anaknya, jika anaknya belum pulang pada pukul 22.00 WIB, perlu dicari, mungkin ikut-ikutan balapan liar, karena sudah ada yang meninggal akibat ulah balapan liar itu,” sebut Kapolsek.

Pada kesempatan itu, Kades Simpang Padang Hasrizal, SH mengungkapkan, bahwa razia polantas sering dilakukan di persimpangan/tikungan yang padat arus lalulintas dan rawan kecelakaan,”seperti di simpang Jl.LKMD disitu ada kantor Desa Simpang Padang, SDN ada 2, kantor UPTD Pendidikan, dan SMAN 3, dimana pengendara banyak keluar masuk, terutama para guru dan ASN lainya. Apalagi polantas tidak memakai plang tanda razia, tidak memperlihatkan surat perintah razia, yang sudah diatur dalam UU RI, sehingga masyarakat sering terkejut dan keberatan, hingga bisa mengakibatkan kecelakaan, dan bisa menghambat aktifitas para guru dan ASN lainya,” kata Hasrizal.

Kapolrespun langsung menanggapinya,” saya sudah tegaskan kepada bawahan, bahwa menurut aturan tidak dibenarkan melakukan razia ditikungan/persimpangan jalan dan ditempat yang rawan kecelakaan. Saya atasnama polres Bengkalis mohon maaf kepada masyarakat atas tindakan bawahan saya, kedepan akan kami perbaiki, termasuk alat kelengkapan razia, akan kami lengkapi.

Dan kepada bapak/ibu, masyarakat, saya minta, agar melengkapi surat-surat kendaraannya dan SIMnya juga, supaya tidak ada kendala waktu razia.Karena kalau tidak lengkap surat-surat kendaraannya, biasanya melihat polisi saja sudah kelabakan,” ujar Kapolres.

Dipenghujung acara, Plt.Camat Mandau menghimbau kepada Lurah dan Kepala Desa, agar sering melakukan rapat koordinasi ditempatnya,” dengan mengundang RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda, supaya terciptanya kamtibmas di tempatnya masing-masing,” harap Plt.Camat Mandau.**(Julieser)

Tinggalkan Balasan