
Masa depan bangsa berada ditangan anak-anak yang tengah beranjak remaja dan dewasa. Sehingga, untuk mematangkan mereka-mereka si penerus bangsa itu, pada umumnya anak-anak harus mendapatkan hak-haknya. Mulai dari terpenuhinya hak anak mendapat pendidikan, kesehatan, kasih sayang dan rasa aman.
Mengusung tema, “Shine Like A Star, No Matter Where You Are”, Minggu, 17 September 2017 Dinas Sosial Provinsi Riau mengadakan kegiatan One Day For Children bertempat di Balai Pelangi Gedung Daerah Provinsi Riau.
Kegiatan ini diikuti oleh 200 (dua ratus) anak yang berasal dari FKKADK, UPT. PSPA Prov. Riau, PA. Al Hidayah, PA Putri Aisyiyah, PA. Ar Rahim, Yayasan Istiqomah Rumbai, SDN 169, SDN 55 dan SDN 140 Pekanbaru.
Tema ini diangkat untuk mendorong motivasi anak-anak Indonesia untuk dapat berprestasi dan menjadi bintang di manapun dia berada. Kalimat singkat ini ditujukan khususnya untuk anak-anak Riau agar dapat menggali dan mengembangkan potensinya masing-masing.

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh Gubernur Riau, Direktur Rehabilitasi Sosial Kemensos RI Nahar, S.H, M.Si, Para Kepala OPD Provinsi Riau terkait, Ketua BKKKS Provinsi Riau, Pejabat Eselon III dan IV di ingkungan Dinas Sosial Provinsi Riau, Pimpinan LKSA serta peserta One Day For Children.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau H. Dahrius Husin selaku Ketua Panitia pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah :
Memberikan kesempatan bagi Anak Indonesia termasuk didalamnya anak yang termaginalkan untuk mengaktualisasikan potensi dan kreativitasnya dengan penuh keceriaan dan mandiri serta menjadikan mereka sebagai tamu kehormatan.
Mengutamakan hak anak dalam setiap aspek kehidupan sosial dari tingkat keluarga, masyarakat termasuk dalam penyelenggaraan tata kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menumbuhkan kepedulian, kesadaran dan peran aktif masyarakat, Stake Holder dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini, beliau juga menyerahkan paket bantuan kepada peserta One Day For Children kepada 200 anak berupa perlengkapan sekolah serta menyerahkan secara simbolis bantuan paket kebutuhan dasar dan nutrisi anak dan penguatan kapasitas anak kepada 6 (enam) LKSA di Pekanbaru melalui dana dekonsentrasi Dinas Sosial Provinsi Riau Tahun 2017 yang akan diberikan kepada 850 (delapan ratus lima puluh) anak dalam panti sebanyak 28 Panti di seluruh Kab/Kota se-Provinsi Riau.
Gubernur Riau mengimbau orang tua untuk bisa menyediakan waktu bersama anak-anak, minimal sepekan sekali. Agar anak-anak bisa lebih dekat dengan orang tua dan mendapatkan pelajaran yang baik.
Menurut Gubri, “One Day For Children” merupakan cara untuk mengikis anak-anak tidak terjerumus dengan perilaku yang tidak baik di bawah bimbingan orang tua.
“Kurangnya perhatian orang tua terhadap anak, punya banyak ekses negatif. Untuk itu orang tua harus berusaha memberikan waktu bersama anak-anak, memberikan pelajaran yang baik kepada anak,” ujar Gubri.

Pada acara itu, Gubri juga mengundang anak-anak penderita kanker. Bersama anak-anak lainnya, Gubernur bersama istri Hj Sisilita Juliandi Rachman, bercengkrama dan bercerita layaknya orang tua. Anak-anak penderita kanker ikut larut dalam keceriaan.
Bahkan salah seorang anak saat ditanya oleh Gubri, dengan semangat bercerita dan mempraktikkan cita-cita yang ingin diraihnya nanti. “Saya ingin menjadi tentara Pak Gubernur,” kata anak yang baru berusia 10 tahun ini.
Menjawab ungkapan anak tersebut, Gubernur pun langsung meminta anak tersebut untuk mempraktikkan bagaimana jalan seorang tentara. Dan dengan sigap anak tersebut mempraktikkannya. Dengan semangat ia berjalan dihadapan Gubernur, dan mendapat gelak tawa dari anak-anak lainnya.
“Gerak jalannya harus kayak tentara ya. Kalau ingin menjadi tentara harus makan makanan bergizi dan banyak berolahraga agar badannya berisi,” kata Gubri sambil bercanda dengan anak tersebut.
Mengakhiri acara, Gubri berpesan kepada orang tua agar memberikan pendidikan dan perhatian, melindungi anak dan kebutuhan lainnya bagi anak. Karena katanya masih ada orang tua yang mengabaikan anaknya, ini disebabkan kesibukan orang tua atau kurangnya pemahaman terhadap anak. Pada acara tersebut, Gubernur juga memberikan bantuan kepada panti asuha anak, dan juga kepada anak-anak penderita kanker.**(Adv/hmsriau)


















































