PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru, Asisten Tiga Pemko Pekanbaru, Dastrayani Bibra, secara resmi membuka seminar sehari yang ditaja Lembaga Bantuan Hukum “Amanat Bangsa” Pekanbaru yang berlangsung di Hotel Pangeran Pekanbaru, Jumat (30/1).
Seminar sehari dengan Thema “Kritik dan Solusi Serta Pandangan Penegak Hukum terhadap Tiga Tahun Kepemimpinan Firdaus,ST MT Selaku Walikota Pekanbaru” tersebut, dihadiri puluhan perserta dari berbagai profesi seperti, Advokat, LSM, Insan Pers dan beberapa anggota Kepolisian Polresta Pekanbaru. Tampil sebagai pemakalah, Dosen hukum luar biasa Universitas Riau, Suriadi, SH dan Kasi.Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Yuliati Ningsih, SH.MH.
Dastrayani Bibra dalam sambutannya menyebutkan, Atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru, pihaknya menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang digelar LBH Amanat Bangsa. “Hal tersebut membuktikan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam mengotrol kinerja Pemko Pekanbaru selama tiga tahun terakhir,” sebutnya.
Dalam kesempatan tersebut Dastrayani memaparkan berbagai perstasi kerja Firdaus,ST.MT- Ayat Cahyadi dalam memimpin pemerintahan dengan visi menuju Kota Metropolitan yang Madani. Dia juga membeberkan berbagai capaian pembangunan kota Pekanbaru yang telah dapat dirasakan seluruh masyarakat pekanbaru selama tiga tahun terakhir. Mulai dari pembangunan infrastruktur, SDM, Pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan dan pembangunan perkantoran Pemko Pekanbaru di Tenayanraya.
Dia mengakui, Walikota Pekanbaru H. Firdaus ST, MT-Ayat Cahyadi juga manusia biasa yang tidak luput dari kekurangan dan selalu siap menerima kritikan, tetapi “Kritik membangun dan objektif,” Dia berharap, dengan dilaksanakannya seminar ini, bisa memberikan masukan sekaligus koreksi atas kinerja pemerintah kota Pekanbaru. Selanjutnya, disampaikan kepada Walikota Pekanbaru secara profesional. “Jangan dengan melakukan aksi demonstrasi yang tidak karu karuan,” harapnya.
Sebelumnya, Ketua LBH Amanat Bangsa yang juga panitia pelaksana seminar Ir. Yusrizal Tanjung SH mengatakan, Selama ini masyarakat kota Pekanbaru menyampaikan aspirasinya dengan melakukan demonstrasi ke Kantor Walikota Pekanbaru.
“Kadangkala aksi massa demonstrasi tersebut terprovokasi olah oknum provokator maka terjadi bentrok dengan aparat keamanan, yang tentunya mengganggu kenyamanan kota bertuah ini,” ujarnya.
“LBH Amanat Bangsa menjembatani aspirasi masyarakat untuk disampaikan kepada Walikota Pekanbaru dengan cara yang santun, sebagaimana ciri masyarakat Madani, tanpa melakukan aksi demonstrasi,” tegasnya.
Pantauan Media ini, dalam seminar tersebut juga dilakukan dialog interaktif, khusunya kepada pihak kejari Pekanbaru, yang dinilai lamban menagani berbagai laporan masyarakat atas dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan beberapa pejabat di lingkungan Pemko Pekanbaru bahkan Walikota Firdaus, ST MT.(jsn)


















































