PEKANBARU, SUARAPERSADA. Com- Kisruh dugaan pelecehan terhadap RT/RW oleh Direktur Utama PT. Sarana Pangan Madani (SPM), Ade Putra Daulai, saat Pendistribusian Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 Pemko Pekanbaru di Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan pada Minggu (26/4) kemarin.
Ade Putra Daulai menjelaskan, hari Sabtu (24/4) kemarin, saya diwawancarai oleh rekan-rekan wartawan, terkait sistim pendistribusian Bansos Covid-19 dari Pemko Pekanbaru. Saya jelaskan bahwa pendistribusian langsung door to door atau langsung kepada warga penerima bantuan dengan didampingi oleh RT/RW. Hal tersebut dilakukan agar bantuan langsung diterima oleh warga masyarakat penerima, kisahnya kepada media ini diruang kerjanya Jalan Patimura Pekanbaru, Senin (26/4) sore.
Menurut Ade Putra, saat ini kita fokus menghadapi Pandemi Covid-19, dehingga kita berupaya maksimal agar bantuan segera didistribusikan kepada masyarakat penerima. Jadi jika kami melibatkan tim tagana dan mahasiswa untuk pendistribusian Bantuan sosial bukan berarti curiga (suudzon) kepada RT/RW, sebutnya.
Lagi kata Ade Putra, tujuan kita mengantar langsung kepada penerima adalah untuk menghindari terjadinya kerumunan warga sebagaimana protokol kesehatan tentang Covud-19. “Jadi sekali lagi kami nyatakan, tidak ada niatan sedikitpun melecehkan atau mencurigai (suudzon) kepada RT dan RW, akunya.
Lagi kata Adi Putra Daulai, saya ini juga perangkat RT, sebagai sekretaris RT, jadi manalah mungkinlah saya melecehkan atau menyinggung perasaan rekan-rekan RT dan RW, ujarnya.
Mungkin ada kesalah pahaman, apalagi dalam menghadapi situasi Pandemi Covid-19 sekarang ini. Untuk itu saya atas nama pribadi minta maaf. Sekali lagi saya sampaikan, tidak ada sedikitpun niatan saya untuk melecehkan atau menyinggung perasaan para RT/RW se-kota Pekanbaru, pungkasnya. (jsR)























































I read this paragraph completely on the topic of the comparison of latest and earlier technologies, it’s awesome article.