Terungkap, Pengadaan Sapi Bali 12 Kabupaten/Kota Provinsi Riau Diduga Fiktif

0
2736

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Terungkap, sejumlah kelompok tani ternak yang ada di 12 kabupaten-kota se- provinsi Riau merasa dibohongi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan provinsi Riau.

Pasalnya, seluruh kelompok tani ternak tersebut terdata dan masuk dalam kerangka acuan kerja (KAK) pengadaan sapi bali dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi Riau. Namun, hingga tutup tahun anggaran 2017, kuota sapi-sapi tersebut tidak kunjung tiba.

Sesuai data yang ada pada media ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan provinsi Riau diketahui telah melakukan lelang pengadaan sapi bali untuk 12 kabupaten kota yang ada di provinsi Riau pada bulan Agustus 2017 lalu. Rencananya sapi-sapi tersebut akan disalurkan kepada 41 kelompok tani ternak yang ada di provinsi Riau.

Nilai anggarannya pun cukup fantastis, untuk pengadaan sapi bali kali ini nilainya sebesar Rp 7.355.400.000 dan dimenangkan oleh CV. Ismaya Buana.

Hal ini diungkapkan Bakri Nurdin salah satu ketua kelompok ternak sapi yang ada di kabupaten Pelalawan kecamatan Pangkalan Kerinci baru-baru ini.

Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihak dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi Riau belum memerikan sapi bali kepada kelompok tani ternaknya.

“Saya sudah ajukan proposal kelompok sejak tahun 2016 untuk bantuan sapi melalui PPL Pelalawan, tapi hingga saat ini belum ada sapinya bang,” ujarnya saat diwawancarai di rumahnya.

Ketua kelompok tani ternak ini bercerita bahwa setelah mereka melakukan proses pengajuan bantuan sapi bali mereka ikut pelatihan dari dinas terkait selama seminggu.

“Kami semua ramai ikut pelatihan selama seminggu di malang pada tahun lalu, pelatihan sapi induk wajib bunting namanya,” imbuhnya.

Senasib dengan Bakri Nurdin, Herman salah satu kelompok tani ternak yang ada di desa Pelalawan kecamatan Pelalawan, juga mengaku tidak ada menerima sapi bali yang sudah dianggarkan itu. Bahkan Herman menceritakan bahwa dirinya disuruh oleh dinas terkait untuk menandatangani suatu surat Berita Acara menerima sapi.

“Saya sudah ajukan proposal juga bang, sama kami dengan pak Bakri Nurdin. Saya tidak tau sudah dapat apa belum sapi itu. Saya juga ada tandatangani surat pernyataan dari provinsi (dinas) cuma melalui dinas kabupaten Pelalawan,” ujarnya saat dihubungi.

Kemudian media ini kembali menelusuri lokasi kelompok tani ternak yang tercantum dalam kerangka acuan kerja (KAK) untuk kota Pekanbaru.

Patoni ketua salah seorang ketua kelompok tani ternak yang berdomisili di kelurahan Lembah Sari kecamatan Rumbai Pesisir kota Pekanbaru ini juga mengaku tidak ada menerima sapi dimaksut.

Padahal tuturnya, kelompoknya sudah mempersiapkan kandang untuk menunggu kedatangan sapi itu.

“Belum ada kami terima sapi dari dinas, ini lah kandangnya sudah kami buat, tapi sapi belum ada kami terima hingga saat ini,” ucapnya dengan nada kecewa sambil menunjukkan kandang sapi yang telah menghabiskan biaya puluhan juta itu.

Saat Tim investigasi melakukan penelusuran, ada juga ditemukan nama kelompok tani yang diduga tidak sesuai dengan Kerangka acuan kerja yang telah tercantum alias kelompok tani fiktif.

Nama kelompok tani ini bernama mandiri sejahtera tercantum di KAK domisilinya di kelurahan lembah sari dengan ketuanya bernama Yunizar di kecamatan Rumbai Pesisir.

Selidik punya selidik, ternyata nama kelompok tani mandiri sejahtera itu nama ketuanya Patoni dan bukan Yunizar seperti yang tercantum dalam KAK. Sedangkan ketua kelompok tani ternak mandiri sejahtera bernama Patoni berdomisili di kelurahan Lembah Sari bukan di kelurahan Limbungan.

Setelah di crros-chek sekaligus konfirmasi oleh beberapa pihak kelurahan yang ada di rumbai pesisir memang tidak di temukan kelompok tani yang bernama mandiri sejahtera dengan ketuanya bernama Yunizar.

Hal ini juga di benarkan ketua petugas penyuluh lapangan (PPL) kelurahan Limbungan kecamatan Rumbai Pesisir bernama Aida fitri. Dia mengatakan tidak mengetahui nama kelompok yang disebut di wilayahnya.

“Di sini tidak ada namanya kelompok tani untuk ternak bernama mandiri sejahtera pak, yang ada nama kelompoknya sumber makmur,” katanya saat di hubungi baru-baru ini.

Hasil penelusuran Tim ke lokasi kelompok tani ternak sapi yang di duga fiktif itu mencapai 9 kelompok. Sementara itu, suarapersada.com bersama Lembaga Independen Pemberantas Pidana Korupsi (LIPPSI) mencoba mengkonfirmasi dinas terkait atas dugaan pengadaan sapi bali yang diduga fiktif tersebut, namun hingga saat ini belum ada jawaban resmi dari dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi Riau tersebut.**(Hombing)

Tinggalkan Balasan