STIQSI Rohul Siap Cetak Generasi Ahli Al Quran

0
363

PASIR PANGARAIAN(Riau persada)-Sekolah Tinggi Ilmu Alquran Syekh Ibrahim (STIQSI) Kabupaten Rokan Hulu, siap mencetak generasi berakhlak mulia, berilmu, beriman dan bertaqwa. Selian itu SITQSI akan menciptakan generasi yang ahli dan fakar dalam Alquran dan Al-hadits.

Pernyataan ini disampaikan, Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad MSi di Gedung Perpustkaan Digital Masjid Agung Madani Islamic Center (MAMIC) Pasir Pengaraian, Kamis (29/1), saat pemaparan matrikulasi penerimaan mahasiswa baru.

Dalam kesempatan itu, Bupati Rokan Hulu di dampingi, Kakan Kemenag Rohul, Ahamad Supardi Hasibuan, Pengurus MAMIC Rohul Asnibar, Ketua KPAID Rohul bersama tutor dari Syekh Kondang Negeri Yaman.

Sebut Achmad, untuk tahap awal, sebanyak 100 mahasiswa baru akan diterima dibagi menjadi 4 kelompok, mereka nanti hanya menggunakan 3 bahasa yakni, Indonesia, Inggris dan Arab. “Mahasiswa kemungkinan akan kita uandang dari negera-negara Islam dan negera-negara tetangga, seperti Malaysia, Tailand, di samping mahasiswa dari Indonesia yang
rangking satu di sekolahnya,” papar Achmad.

Lanjut, Achmad, perguruan Tinggi ini mengambil nama besar Tokoh Tasauf Naqsyabadiayah Rohul Syekh Ibrahim An-naqsyabandi Al-kholidi, kemudian pengelolaanya dibawah  MAMIC Pasir Pengaraian, nanti seluruh mahasiswa belajar dengan gratis tanpa dipungut biaya.

“Kampus ini di desain dengan model, perguruan tinggi dibidang ilmu Alquran dan Al-hadits, dengan menggunakan tekhnologi modern, nantinya seluruh dunia bisa memantau prores Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM), karena didukung dengan tehknologi canggih,” ungkapnya.

Diutarakannya, nanti akan ada 100 Komputer berkemampuan tinggi, ini nanti bisa langsung akses  baik ke perguruan tinggi ternama, di Sudan dan Siriah. “Jadi kampu ini betul-betul akan mengkaderkan mahasiswa yang berkualitas,” tuturnya.

Masih di tempat yang sama, salah satu Pengurus STIQSI Ahmad Supardi Hasibuan, dalam tahap awal untuk matrikulasi selama 6 bulan ke depan, mereka akan diajari dulu dasar tata bahasa arab, seperti ilmu nahu, sorof dan lainnya.

“Karena nanti secara umum bahasa yang digunakan di kampus yakni bahasa arab, karena  prioritas bahasa arab dan inggris harus dikuasai seluruh mahasiswa,” pungkas Hasibuan.(SF)

Tinggalkan Balasan