Program Kasih Papa “Setengah Hati”

0
361

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Program Kamis Bersih Tanpa Polusi Asap atau yang disingkat dengan ‘kasih papa’, dan sudah di diterapkan Walikota Pekanbaru, Firdaus, ST MT  sejak Desember 2014 lalu. Namun dalam pelaksanaannya tampak setengah hati.

Pasalnya, program yang digadang gadangkan Walikota Pekanbaru ini, dan konon bagi pegawai yang masih membawa kenderaan setiap hari Kamis, akan diberi sanksi sepertinya tidak berjalan sesuai harapan.

Padahal saat launching kasih papa Desember lalu, Wako  menghimbau kepada jajaran PNS Pemerintah Kota Pekanbaru sebagai pioner pemerintahan untuk berpergian menuju kantor khususnya setiap hari kamis agar  menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan.

“Jangan main akal-akalan, misalnya membawa kendaraannya kemudian parkir diluar, lalu berjalan kaki ke Kantor Walikota, ataupun ke kantor masing masing,” ujar Walikota saat itu.

Namun pada faktanya, saat ini masih banyak PNS bahkan pejabat yang membawa kenderaan, bahkan mobil dinas. Hanya saja parkir di luar lokasi kantor.

Pantauan media ini, Kamis (22/1) dibeberapa SKPD dilingkungan Pemko Pekanbaru. Yakni, Kantor Dinas PU, DKP, Dinsos yang berlokasi di jalan Setia Maharaja kecamatan Bukitraya. Lokasi kantor yang biasanya penuh dengan kenderaan, baik roda dua maupun roda empat, tampak kosong.

Hanya saja, disepanjang jalan Setia Maharaja puluhan mobil berjejer, bahkan ada mobil plat merah yang parkir.

Salah seorang pejabat yang dikonfirmasi terkait kondisi tersebut, mengaku tidak mengetahui pemilik mobil seraya berlalu meninggalkan wartawan.

Rudi salah seorang warga menyebutkan, program ini hanya seremonial saja. Bahkan akan berimbas merugikan masyarakat. Dimana saat kenderaan parkir diluar lokasi kantor akan berpotensi digeranyangi maling. Lantas siapa yang bertanggung jawab.

“Begitu juga dengan para PNS yang sudah terbiasa naik mobil mewah disuruh naik sepeda atau bus TMP, itu sama saja mimpi,” pungkasnya.(jsn)

Tinggalkan Balasan