MEDAN, SUARAPERSADA.com – Pendaftaran penerimaan Tamtama Polri Tahun Angkatan 2016 telah dibuka sejak tanggal 7 sampai 30 April 2016. Kesempatan ini terbuka untuk putra dan putri Warga Negara Indonesia yang ingin menjadi anggota Polri.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Poll Helfi Assegaf mengatakan, tujuan pendidikan anggota Tamtama Polri untuk membentuk anggota polisi sebagai insan Bhayangkara yang memiliki jiwa dalam melaksanakan tugas sebagai pemelihara Kamtibmas, Penegak hukum, Pelindung, pengayom dan Pelayan masyarakat.
“Diharapkan pendidikan ini bisa membentuk Polri yang profesional bermoral, modern, unggul, humanis dan dipercayai masyarakat serta mempunyai kompetensi utama sebagai anggota Polri,” kata dia kepada wartawan, Rabu (13/04).
Dalam pendidikan ini Polri tidak bekerjasama dengan bimbingan belajar/bimbingan test atau lembaga sejenis manapun untuk mengadakan try out atau menjanjikan kemudahan untuk diterima mengikuti pendidikan.
“Jangan percaya pada pihak manapun yang menawarkan kelulusan dengan membayar sejumlah uang atau imbalan, seleksi dan pendidikan, tidak dipungut biaya dengan prinsip seleksi BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis),” jelas Helfi.
Sementara Kasubbid Penerangan Masyarakat Polda Sumut, AKBP Mangantar Pardamean Nainggolan, menjelaskan pendaftaran dimulai tanggal 7 sampai 30 April 2016. Untuk informasi pendaftaran juga bisa melaui internet atau online melalui websitePolri http://www.penerimaan.polri.go.id, serta Biro SDM Polda Sumut atau ke Polres setempat.
Dijelaskan, untuk pembukaan pendidikan Polri akan berlangsung selama 5 lima bulan dimulai tanggal 19 Juli 2016. Bagi warga Negara Indonesia yang ingin mengabdikan diri sebagai Polri dituntut untuk memenuhi beberapa persyaratan yang ditentukan oleh instansi Polri. Kriteria persyaratan itu yakni persyaratan umum dan persyaratan khusus.
“Persyaratan umumnya, Warga Negara Indonesia, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada NKRI berdasarkan pancasilan dan UUD tahun 1945, berijazah paling rendah Sekolah Menengah Umum sederajat lainnya, Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Kejuruan,” katanya.
Usia minimal 18 tahun pada saat diangkat menjadi anggota Polri. Harus sehat jasmani dan rohani, tidak pernah dipidana karena melakukan kejahatan yang dibuktikan dengan SKCK dari Polres setempat, lulus pendidikan dan pelatihan pembentukan anggota Kepolisian.
Sedangkan syarat khusus pendidikan Polri, lanjut Nainggolan, adalah pria dan wanita bukan anggota mantan Polri atau TNI dan PNS atau pernah mengikuti pendidikan Polri atau TNI, berijazah serendah-rendahnya SMU, Madrasah Aliyah jurusan IPA dan IPS atau SMK yang sesuai dengan kompetensi tugas pokok Polri (kecuali tata busana dan kecantikan).
Bagi yang masih duduk di kelas III SMA sedrajat harus menggunakan nilai rata-rata raport semester I, setelah dinyatakan lulus menyerahkan ijazah dan diberlakukan persyaratan.
Umur pada saat pembukaan pendidikan Tamtama Brimob dan Pol Air TA 2016 bagi lulusan SMA atau SMK minimal 17 tahun 8 bulan (lahir Januari 1999) dan maksimal 22 tahun (lahir Juli 1994). Tinggi badan dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku. Bagi pria, tinggi 165 Cm, khusus etnis Melanesia (Polda Papua dan Papua Barat) 163 Cm.
Nainggolan menambahkan, syarat khusus lainnya, memiliki kemampuan fisik yang baik dan wajib bisa berenang, tidak bertato atau bekas tato dan tidak ditindik atau bekas tindik telinganya atau anggota badannya, kecuali disebabkan ketentuan agama adat. Selain itu calon peserta dinyatakan bebas narkoba dengan menyerahkan keterangan bebas narkoba dari instansi kesehatan pemerintah (RS pemerintah atau klinik BNN, BNP atau BNK).
“Dan terakhir, belum pernah menikah, sanggup tidak menikah/kawin selama dalam pendidikan Tamtama Brimob dan Pol Air ditambah 1 tahun setelah lulus dan belum pernah punya anak kandung atau anak biologis,” jelas Nainggolan.**Win
















































