MEDAN, SUARAPERSADA.com – Sebanyak 113 orang tewas dalam tragedi jatuhnya pesawat Hercules, di Jalan Jamin Ginting, KM 10 Kecamatan Medan Tuntungan, tak jau dari Simpang Perumnas Simalingkar dan kantor Sabhara Polda Sumut. Selasa siang (30/06).
Diduga karena masalah engine, pesawat itu jatuh menghantam bangunan ruko Gardenia.
Kepala Staff Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Jenderal Agus Supriatna, di RS Haji Adam Malik Medan usai melihat para jenazah korban jatuhnya Pesawat, menyebutkan, saat pesawat mengudara seketika Kapten Pnb Sandy Permana meminta kembali ke Pangkalan Lanud Suwoendo.
“Kalau seorang pilot minta kembali pasti ada sesuatu yang rusak,” ungkap Agus Supriatna didampingi Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugroho, kepada suarapersada.com.
Tak lama setelah pilot meminta kembali, pesawat Hercules buatan Amerika tahun 1964 itu pun meluncur menghantam ruko Gardenia dan tempat oukup. Akibatnya, pesawat terbelah dua, dan mengalami kebakaran.
Informasi dihimpun di lokasi kejadian, pesawat yang mengangkut 113 orang ini berangkat dari Pangkalan Udara Suwoendo Polonia, menuju Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Selasa pagi, dalam rangka Aplaus Piket (pergantian personel..red).
Naasnya, seluruh penumpang tidak dapat diselamatkan. Agus Supriatna menyebutkan penumpang pesawat berjumlah 101 orang dan awak pesawat berjumlah 12 orang tidak selamat.
“Totalnya ada 113, semuanya tidak ada yang selamat, ada yang sipil itu dari keluarga TNI,” kata Agus.
Dijelaskannya, akibat insiden pihak TNI AU menghentikan aktivitas penerbangan seluruh pesawat Hercules tipe B.
“Kita melakukan investigasi terkait kejadian ini. Menunggu hasil analisa dan evaluasi. Penerbangan tipe B dihentikan, kita masih punya tipe A, itu saja yang boleh terbang. Jika ada ditemukan pesawat dikomersilkan, komadannya kita pecat,” kata Agus tegas.
“Tidak ada saksi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini. Kita hanya belajar dari pengalaman. Sebelumnya juga pernah terjadi karena engine fault (kesalahan mesin),” sambungnya.
Saat wartawan mengatakan bahwa ada penumpang komersil sekeluarga pendeta dan ada juga penumpang komersil dikenakan tarif satu jutaan, Kepala Staf Angkatan Udara ini menimpalinya dan mengatakan “jangan hanya informasi saja, itu kan katanya”.
Atas kejadian ini, KASAU menegaskan akan bertanggung jawab dengan memberikan bantuan kepada korban jatuhnya pesawat.**Win
















































